Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Didalami Dugaan Malaysia Airlines Meledak dan Hancur di Ketinggian

Selasa, 11 Maret 2014, 08:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Para penyidik tengah mendalami kemungkinan pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines yang hilang, telah meledak dan hancur di udara. Hingga Senin (10/3/2014) siang, belum ada titik terang mengenai keberadaan pesawat bernomor penerbangan MH370 tersebut atau penjelasan atas hilangnya pesawat yang mengangkut 239 orang di dalamnya itu.

"Fakta bahwa kami tidak dapat menemukan puing-puing apa pun sejauh ini tampaknya menunjukkan pesawat kemungkinan hancur di sekitar ketinggian 35.000 kaki," kata sumber penyidik internasional yang terlibat dalam penyelidikan awal di Malaysia seperti dilansir Reuters. Menurut sumber itu, jika pesawat jatuh utuh ke laut dari ketinggian itu, maka pesawat hanya akan patah ketika menghempas ke permukaan air, sehingga akan ditemukan konsentrasi puing di sekitar lokasi jatuhnya.

Saat dia ditanya kemungkinan terjadi ledakan dipicu bom atau sejenisnya, sumber Interpol itu menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada bukti sabotase atau masalah teknis pada pesawat. Sementara itu, pihak Boeing masih menolak berkomentar atas insiden yang melibatkan pesawat buatannya ini. Mereka mengatakan sedang memantau situasi.

Otoritas Malaysia pun hanya mengatakan, mereka fokus menemukan keberadaan pesawat dan menolak berkomentar tentang perkembangan penyelidikan.

Insiden pesawat meledak di udara pernah terjadi setidaknya dua kali. Pada 1985, pesawat Air India meledak di atas Samudera Atlantik, sementara pada 1988 pesawat Pan Am 103 meledak di atas kota Lockerbie, Swedia. Kedua insiden terjadi saat pesawat melaju di ketinggian 31.000 kaki.

Meski belum ada indikasi terorisme, Interpol telah memastikan sedikitnya dua penumpang di penerbangan MH370 yang hilang ini menggunakan paspor palsu. Satu paspor milik warga negara Italia dan satu paspor lain milik warga Austria.

"Meskipun terlalu dini untuk berspekulasi tentang hubungan antara paspor dicuri dan pesawat yang hilang, jelas jadi keprihatinan besar bahwa penumpang bisa naik penerbangan internasional menggunakan paspor curian yang terdaftar dalam basis data Interpol," ujar Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald Noble.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami