Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Mahasiswa Diberi Pilihan, Kreatif atau Mati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adalah Hengki Setiawan, seorang Creativity Booster yang memberikan pilihan kepada para peserta seminar “Jurus Panas Menggapai Sukses”, mau kreatif atau tergilas oleh persaingan yang semakin ketat? Kata kreatif memang sering terdengar namun pada kenyataannya tidak mudah untuk senantiasa berpikir dan bertindak kreatif. Hal tersebut terungkap saat Seminar yang diselenggarakan STMIK Primakara bekerjasama dengan Komunitas Startup Bali, Jumat (28/3).
Hengki Setiawan, penulis buku Paspor Kreatif : Jurus Panas Menggapai Sukses, membagikan tips-tips menjadi orang kreatif dihadapan 150 peserta.
Dalam presentasinya Hengki Setiawan mengungkapkan bahwa hidup tidak cukup dengan hanya bermimpi. “Selain bermimpi kita juga harus punya goal, goal itu mimpi yang ada deadlinenya,” ujar Hengki Setiawan yang saat ini menjalankan perusahaannya di Australia .
Lebih lanjut, Hengki Setiawan menjelaskan, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk menjadi kreatif, yakni lirak-lirik, mudah terangsang dan tidak pernah puas.
Lirak-lirik yang dimaksud Hengki Setiawan adalah rajin mencari sumber ide kreatif. “Kalau pulang ke rumah, cobalah lewat jalan yang lain, siapa tahu nemu sesuatu yang menjadi sumber ide, kalau lewat jalan yang sama terus, kita tidak bisa melihat sesuatu yang inspiratif,”papar Hengki Setiawan.
Dalam seminar yang berlangsung hingga tengah malam ini, Hengki Setiawan juga menunjukkan beberapa hal kreatif, seperti lilin yang tidak pernah habis dan telor kotak.
Hendra W. Saputro dari Komunitas SuBali menyatakan bahwa seminar kreatif seperti ini sangat dibutuhkan bagi para pengusaha pemula dibidang teknologi informasi (startup).
“Virus kreatif ini harus disebarluaskan agar teman-teman komunitas bisa menghasilkan produk-produk kreatif,” ujar Hendra W. Saputro yang juga pendiri Bali Orange Communications.
Sementara itu, I Putu Agus Swastika, Ketua STMIK Primakara menyampaikan bahwa seminar kreatif ini sejalan dengan salah satu dari tiga pilar sukses di Primakara, yaitu Global, Creative dan Spesialist.
“Di era informasi ini, kompetisi sangat ketat, setiap dari kita harus punya keunggulan unik dan untuk itu kita harus kreatif, seperti kata Pak Hengki, ya pilihannya hanya dua, menjadi kreatif atau mati,”pungkas Agus Swastika.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan