Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Mahasiswa Diberi Pilihan, Kreatif atau Mati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adalah Hengki Setiawan, seorang Creativity Booster yang memberikan pilihan kepada para peserta seminar “Jurus Panas Menggapai Sukses”, mau kreatif atau tergilas oleh persaingan yang semakin ketat? Kata kreatif memang sering terdengar namun pada kenyataannya tidak mudah untuk senantiasa berpikir dan bertindak kreatif. Hal tersebut terungkap saat Seminar yang diselenggarakan STMIK Primakara bekerjasama dengan Komunitas Startup Bali, Jumat (28/3).
Hengki Setiawan, penulis buku Paspor Kreatif : Jurus Panas Menggapai Sukses, membagikan tips-tips menjadi orang kreatif dihadapan 150 peserta.
Dalam presentasinya Hengki Setiawan mengungkapkan bahwa hidup tidak cukup dengan hanya bermimpi. “Selain bermimpi kita juga harus punya goal, goal itu mimpi yang ada deadlinenya,” ujar Hengki Setiawan yang saat ini menjalankan perusahaannya di Australia .
Lebih lanjut, Hengki Setiawan menjelaskan, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk menjadi kreatif, yakni lirak-lirik, mudah terangsang dan tidak pernah puas.
Lirak-lirik yang dimaksud Hengki Setiawan adalah rajin mencari sumber ide kreatif. “Kalau pulang ke rumah, cobalah lewat jalan yang lain, siapa tahu nemu sesuatu yang menjadi sumber ide, kalau lewat jalan yang sama terus, kita tidak bisa melihat sesuatu yang inspiratif,”papar Hengki Setiawan.
Dalam seminar yang berlangsung hingga tengah malam ini, Hengki Setiawan juga menunjukkan beberapa hal kreatif, seperti lilin yang tidak pernah habis dan telor kotak.
Hendra W. Saputro dari Komunitas SuBali menyatakan bahwa seminar kreatif seperti ini sangat dibutuhkan bagi para pengusaha pemula dibidang teknologi informasi (startup).
“Virus kreatif ini harus disebarluaskan agar teman-teman komunitas bisa menghasilkan produk-produk kreatif,” ujar Hendra W. Saputro yang juga pendiri Bali Orange Communications.
Sementara itu, I Putu Agus Swastika, Ketua STMIK Primakara menyampaikan bahwa seminar kreatif ini sejalan dengan salah satu dari tiga pilar sukses di Primakara, yaitu Global, Creative dan Spesialist.
“Di era informasi ini, kompetisi sangat ketat, setiap dari kita harus punya keunggulan unik dan untuk itu kita harus kreatif, seperti kata Pak Hengki, ya pilihannya hanya dua, menjadi kreatif atau mati,”pungkas Agus Swastika.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2305 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1930 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1788 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun