Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mahasiswa Diberi Pilihan, Kreatif atau Mati

Sabtu, 29 Maret 2014, 09:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Adalah Hengki Setiawan, seorang Creativity Booster yang memberikan pilihan kepada para peserta seminar “Jurus Panas Menggapai Sukses”, mau kreatif atau tergilas oleh persaingan yang semakin ketat? Kata kreatif memang sering terdengar namun pada kenyataannya tidak mudah untuk senantiasa berpikir dan bertindak kreatif.  Hal tersebut terungkap saat Seminar yang diselenggarakan STMIK Primakara bekerjasama dengan Komunitas Startup Bali, Jumat (28/3).

Hengki Setiawan, penulis buku Paspor Kreatif : Jurus Panas Menggapai Sukses, membagikan tips-tips menjadi orang kreatif dihadapan 150 peserta.

Dalam presentasinya Hengki Setiawan mengungkapkan bahwa hidup tidak cukup dengan hanya bermimpi. “Selain bermimpi kita juga harus punya goal, goal itu mimpi yang ada deadlinenya,” ujar Hengki Setiawan yang saat ini menjalankan perusahaannya di Australia .

Lebih lanjut, Hengki Setiawan menjelaskan, ada  tiga hal yang perlu dilakukan untuk menjadi kreatif, yakni lirak-lirik, mudah terangsang dan tidak pernah puas.

Lirak-lirik yang dimaksud Hengki Setiawan adalah rajin mencari sumber ide kreatif. “Kalau pulang ke rumah, cobalah lewat jalan yang lain, siapa tahu nemu sesuatu yang menjadi sumber ide, kalau lewat jalan yang sama terus, kita tidak bisa melihat sesuatu yang inspiratif,”papar Hengki Setiawan.

Dalam seminar yang berlangsung hingga tengah malam ini, Hengki Setiawan juga menunjukkan beberapa hal kreatif, seperti lilin yang tidak pernah habis dan telor kotak.

Hendra W. Saputro dari Komunitas SuBali menyatakan bahwa seminar kreatif seperti ini sangat dibutuhkan bagi para pengusaha pemula dibidang teknologi informasi (startup).

“Virus kreatif ini harus disebarluaskan agar teman-teman komunitas bisa menghasilkan produk-produk kreatif,” ujar Hendra W. Saputro yang juga pendiri Bali Orange Communications.

Sementara itu, I Putu Agus Swastika, Ketua STMIK Primakara menyampaikan bahwa seminar kreatif ini sejalan dengan salah satu dari tiga pilar sukses di Primakara, yaitu Global, Creative dan Spesialist.

“Di era informasi ini, kompetisi sangat ketat, setiap dari kita harus punya keunggulan unik dan untuk itu kita harus kreatif, seperti kata Pak Hengki, ya pilihannya hanya dua, menjadi kreatif atau mati,”pungkas Agus Swastika.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gus



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami