Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mahasiswa Diberi Pilihan, Kreatif atau Mati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Adalah Hengki Setiawan, seorang Creativity Booster yang memberikan pilihan kepada para peserta seminar “Jurus Panas Menggapai Sukses”, mau kreatif atau tergilas oleh persaingan yang semakin ketat? Kata kreatif memang sering terdengar namun pada kenyataannya tidak mudah untuk senantiasa berpikir dan bertindak kreatif. Hal tersebut terungkap saat Seminar yang diselenggarakan STMIK Primakara bekerjasama dengan Komunitas Startup Bali, Jumat (28/3).
Hengki Setiawan, penulis buku Paspor Kreatif : Jurus Panas Menggapai Sukses, membagikan tips-tips menjadi orang kreatif dihadapan 150 peserta.
Dalam presentasinya Hengki Setiawan mengungkapkan bahwa hidup tidak cukup dengan hanya bermimpi. “Selain bermimpi kita juga harus punya goal, goal itu mimpi yang ada deadlinenya,” ujar Hengki Setiawan yang saat ini menjalankan perusahaannya di Australia .
Lebih lanjut, Hengki Setiawan menjelaskan, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk menjadi kreatif, yakni lirak-lirik, mudah terangsang dan tidak pernah puas.
Lirak-lirik yang dimaksud Hengki Setiawan adalah rajin mencari sumber ide kreatif. “Kalau pulang ke rumah, cobalah lewat jalan yang lain, siapa tahu nemu sesuatu yang menjadi sumber ide, kalau lewat jalan yang sama terus, kita tidak bisa melihat sesuatu yang inspiratif,”papar Hengki Setiawan.
Dalam seminar yang berlangsung hingga tengah malam ini, Hengki Setiawan juga menunjukkan beberapa hal kreatif, seperti lilin yang tidak pernah habis dan telor kotak.
Hendra W. Saputro dari Komunitas SuBali menyatakan bahwa seminar kreatif seperti ini sangat dibutuhkan bagi para pengusaha pemula dibidang teknologi informasi (startup).
“Virus kreatif ini harus disebarluaskan agar teman-teman komunitas bisa menghasilkan produk-produk kreatif,” ujar Hendra W. Saputro yang juga pendiri Bali Orange Communications.
Sementara itu, I Putu Agus Swastika, Ketua STMIK Primakara menyampaikan bahwa seminar kreatif ini sejalan dengan salah satu dari tiga pilar sukses di Primakara, yaitu Global, Creative dan Spesialist.
“Di era informasi ini, kompetisi sangat ketat, setiap dari kita harus punya keunggulan unik dan untuk itu kita harus kreatif, seperti kata Pak Hengki, ya pilihannya hanya dua, menjadi kreatif atau mati,”pungkas Agus Swastika.
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2251 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan