Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Abraham Samad Cawapres Jokowi, Lampu Kuning KPK

Sabtu, 17 Mei 2014, 12:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Nama Abraham Samad menguat sebagai calon wakil presiden Joko Widodo di detik-detik menjelang pendaftaran di KPU pada 18 Mei 2014 mendatang. Menguatnya nama Abraham tidak terlepas dari manuvernya sebagai Ketua KPK. Ini lampu kuning bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Jika tidak ada aral melintang, figur Abraham Samad sebagai cawapres Jokowi tampaknya tinggal menunggu keputusan resmi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawatai Soekarnoputri. Sinyal itu telah disampaikan Jokowi.

Ia menyebut sejumlah clue yang mengarah pada figur Abraham Samad. Seperti figur cawapres berasal dari luar Jawa, memahami apsek hukum serta berinisial A. "Clue nama cawapresnya inisialnya A," sebut Jokowi.

Jokowi Jumat (16/5/2014) kembali bungkam menyebut siapa pendampingnya dalam Pilpres mendatang. Ia hanya mengatakan nama cawapres tinggal satu nama. Ia berjanji pada saatnya kelak akan disampaikan ke publik. Jokowi juga mengatakan tengah mencari momentum yang tepat. "Masih di kantong, nanti tak keluarin kalau sudah waktunya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta.

Pernyataan Abraham Samad belakangan kian maju. Bila sebelumnya bicara dalam taraf normatif terkait penyebutan namanya sebagai cawapres, kini pernyataan Samad tak ubahnya politisi. Ia mengaku telah mengantongi izin dari pimpinan KPK lainnya. "Sudah," kata Abraham.

Ia menyebutkan tidak sedikit bekas komisioner KPK berkiprah di tempat lain seperti M Yasin menjadi Irjen Kemenag, Haryono Umar Irjen Kemendikbud. Yang terpenting, kata Abraham semangat pemberantasan korupsi terus berlanjut di tempat manapun.

Klaim Abraham Samad telah mendapat restu dari pimpinan KPK lainnya justru dibantah Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas. Menurut dia hingga saat ini institusinya belum pernah menggelar rapat pimpinan (Rapim) terkait isu Abraham Samad sebagai cawapres. "Sampai saat ini belum pernah mengadakan Rapim untuk membahas isu Cawapres," ujar Prabowo.

Informasi tentang Abraham Samad menjadi sosok pilihan Jokowi dan Megawati sebagai cawapres mendampingi Jokowi santer muncul. Informasi dari sumber menyebutkan figur Abraham Samad dianggap sebagai representasi kelompok PSI. "Abraham dianggap sebagai representasi kelompok PSI," ungkap sumber tersebut.

Tidak sekadar itu, sumber tersebut mengungkapkan melejitnya figur Samad di mata elit PDI Perjuangan tidak terlepas dari peran bekas Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Menurut dia, profesor intelejen pertama di dunia itu mampu meyakinkan Megawati Soekarnoputri.

Menanggapi santernya kemungkinan Abraham Samad menjadi cawapres Jokowi mendapat respons politisi Senayan. Mantan Ketua Komisi Hukum DPR RI Gede Pasek Suardika mengatakan Abraham Samad kian jelas politisinya. "Hanya rutenya lewat penegak hukum," tegas Pasek.

Terkait gaya politisi Abraham Samad diungkapkan Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Ruhut telah menyampaikan informasi tentang percakapan telepon Abraham Samad dengan dirinya agar berpasangan dengan Pramono Edhie Wibowo. "Abraham telpon tiga kali ke aku. Saksinya istriku," kata Ruhut belum lama ini.

Manuver Abraham Samad terkait isu cawapres ini tentu akan menjadi catatan kelam bagi lembaga penegak hukum KPK. Lembaga independen ini pada akhirnya terseret dalam kubangan hiruk pikuk politik jangka pendek pimpinannya.

Benih politisasi KPK sebenanarya sejak jauh hari telah tercium. Manuver dan pernyataan Abraham terkait isu-isu yang menyeret elit politik kerap menampilkan sebagai sosok politisi ketimbang penegak hukum.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami