Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sanggar Dewata Gelar Pameran Colek Pamor
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sanggar Dewata Indonesia, memiliki sikap dan perhatian yang intens mengamati jejak transformasi budaya di Bali. Kini, sebanyak 39 senimannya memilih "Colek Pamor" sebagai tema pameran, yang akan diselenggarakan di Agung Rai Art Museum (ARMA) di Ubud, 9 Juni - 9 Juli 2014.
Menurut Ketua Panitia Pameran I Ketut Suwidiarta, kebesaran Sanggar Dewata Indonesia yang jumlah anggotanya paling banyak di Tanah Air, sesungguhnya bisa menjadi kebanggaan insan seni rupa. Namun dalam sanggar yang besar berbagai sikap psikologis bisa saja muncul, skeptis, pesimis dan galau dalam bersikap atas perkembangan yang terjadi adalah hal yang normatif.
"Kita harus menjaga keseimbangan Sanggar yang sudah me- colek pamor dalam kualitas dan ragam kreatifnya dalam merespon kultur Bali. Karena itu sebagai anggota harus mampu melepaskan sikap yang saling lemenahkan, dan membangun dinamika baru dengan mengedepankan solidaritas di antara anggota", tandas Suwidiarta. Colek Pamor bagi seniman yang sempat magang di India ini ialah sebuah bingkai untuk mengadu gagasan dalam berkarya.
Ke 39 seniman yang berpameran merupakan anggota Sanggar Dewata yang menetap dan berproses di Bali. Made Wiradana salah seorang peserta yang ikut dalam pameran ini mengaku beban bagi seniman bukanlah soal tema dalam berkarya, melainkan membubuhkan rasa dan originalitas pada karya itu sendiri. "Inilah yang justru akan menjadi ciri dan memperkuat keberadaan Sanggar Dewata", jelas Wiradana.
Sementara itu, pendiri ARMA, AA Gede Rai menyambut baik pameran Colek Pamor yang dilakukan Sanggar Dewata. Menurutnya pameran ini merupakan kerjasama yang tak terhitung antara Sanggar Dewata dengan Museum ARMA. Tahun 2013 SDI juga menggelar hajatan serupa dengan tema Irony in Paradise. ARMA berharap intensitas pameran yang dilakukan akan memberikan media bagi pecinta seni untuk menikmati karya dan perkembangan para seniman. Karena itu ARMA telah memiliki program yang terstruktur untuk menggelar pameran baik oleh seniman dari dalam maupun dari luar negeri.
"Kami menyediakan fasilitas, bagi seniman yang memiliki potensi kreatif, sensitifitas konsep estetis dan mapan dalam penciptaan ", tutur AA Gede Rai yang akrab disapa Agung Rai.
Karya yang dipamerkan kelompok SDI, selain sejumlah karya patung dan lukisan, sebuah seni instalasi sebagai refleksi kebersamaan dalam berkarya akan di gelar di luar gedung pameran.
Pameran ini secara khusus akan dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, pada 9 Juni 2014.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun