Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sanggar Dewata Gelar Pameran Colek Pamor

Sabtu, 7 Juni 2014, 21:38 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Sanggar Dewata Indonesia, memiliki sikap dan perhatian yang intens mengamati jejak transformasi budaya di Bali. Kini, sebanyak 39 senimannya memilih "Colek Pamor" sebagai tema pameran, yang akan diselenggarakan di Agung Rai Art Museum (ARMA) di Ubud, 9 Juni - 9 Juli 2014.

Menurut Ketua Panitia Pameran I Ketut Suwidiarta, kebesaran Sanggar Dewata Indonesia yang jumlah anggotanya paling banyak di Tanah Air, sesungguhnya bisa menjadi kebanggaan  insan seni rupa. Namun dalam sanggar yang besar berbagai sikap psikologis bisa saja muncul, skeptis, pesimis dan galau dalam bersikap atas perkembangan yang terjadi adalah hal yang normatif.

"Kita harus menjaga keseimbangan Sanggar yang sudah me- colek pamor  dalam kualitas dan ragam kreatifnya dalam merespon kultur Bali. Karena itu sebagai anggota harus mampu melepaskan sikap yang saling lemenahkan, dan membangun dinamika baru dengan mengedepankan solidaritas di antara anggota", tandas Suwidiarta. Colek Pamor bagi seniman yang sempat magang di India ini ialah sebuah bingkai untuk mengadu gagasan dalam berkarya.

Ke 39 seniman yang berpameran merupakan anggota Sanggar Dewata yang menetap dan berproses di Bali.  Made Wiradana salah seorang peserta yang ikut dalam pameran ini mengaku beban bagi seniman bukanlah soal tema dalam berkarya, melainkan  membubuhkan rasa dan originalitas pada karya itu sendiri. "Inilah yang justru akan menjadi ciri dan memperkuat keberadaan Sanggar Dewata", jelas Wiradana.

Sementara itu, pendiri ARMA, AA Gede Rai menyambut baik pameran Colek Pamor yang dilakukan Sanggar Dewata. Menurutnya pameran ini merupakan kerjasama yang tak terhitung antara Sanggar Dewata dengan Museum ARMA. Tahun 2013 SDI juga menggelar hajatan serupa dengan tema Irony in Paradise. ARMA berharap intensitas pameran yang dilakukan akan memberikan media bagi pecinta seni untuk menikmati karya dan perkembangan para seniman. Karena itu ARMA telah memiliki program yang terstruktur untuk menggelar pameran baik oleh seniman dari dalam maupun dari luar negeri.  

"Kami menyediakan fasilitas, bagi seniman yang memiliki potensi kreatif, sensitifitas konsep estetis dan mapan dalam penciptaan ", tutur AA Gede Rai yang akrab disapa Agung Rai.

Karya yang dipamerkan kelompok SDI, selain sejumlah karya patung dan lukisan, sebuah seni instalasi sebagai refleksi kebersamaan dalam berkarya akan di gelar di luar gedung pameran.

Pameran ini secara khusus akan dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, pada 9 Juni 2014. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami