Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Mutilasi Terungkap, Pemkab Klungkung Gelar Tawur Gantuh
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pasca terungkapnya kasus mutilasi yang menghebohkan warga Bali ini, Pemkab Klungkung akan menggelar Tawur Gantuh untuk pembersihan wilayahnya secara niskala.
Terkait upacara Tawur Gantuh itu, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta akhirnya meminta jajaranya untuk berkordinasi termasuk dengan PLH Bupati Klungkung, Made Kasta dan Disbudpar Klungkung. Dalam koordinasi itu akhirnya di putuskan melakukan tawur gantuh di Catuspata, Klungkung.
Made Kasta yang didampingi staf Budpar Klungkung Ketut Suadnyana mengakui jika kejadian mutilasi di Klungkung tergolong kejadian luar biasa. Untuk itu diperlukan untuk menggelar upacara taur gantuh di wilayah Klungkung. Selain itu, upacara pecaruaa Manca Sata juga akan dilakukan di kos-kosan jalan Kenyeri yang juga lokasi mutilasi untuk menghilangkan leteh (kotor) di Klungkung.
"Diharapkan Klungkung kembali tentram seperti sedia kala. Ya ini mungkin sebuah peringatan Tuhan kepada masyarakat Klungkung," ujar Kasta di Klungkung, Rabu 25 Juni 2014
Sebelum mutilasi, kata Kasta, diwilayah Klungkung juga ada kejadian penggorokan di jalan by pas mantra kawasan Jumpai juga belum pernah dilakukan upacara. "Ini Peringatan juga bagi kita kalau masih kurang aci acinya," jelas Kasta.
Sementara itu, pakar lontar yang juga ahli upacara Dewa Soma menyampaikan bahwa tawur gentuh dilakukan karena adanya wong pejah kecincang (mutilasi) sehingga patut digelar upacara tersebut.
"Hal ini sesuai dengan Lontar Sanggar Bhumi dan Kala Tatwa. Sementara tingkatan yang diambil dalam Tawur kali ini adalah Madya Yadnya," ungkapnya.
Dewa Soma menambahkan jika sarana upacara yang akan dipergunakan adalah kambing, angsa, asu bang bungkem, kucit butuan, bebek belang kalung dan sarana lainya.
"Upacara itu akan dilakukan setelah berkordinasi untuk mencari hari baik dengan sejumlah pihak, termasuk Desa Pakraman yang tertimpa musibah seperti lokasi mutilasi dan menjadi tempat pembuangan potongan tubuh. Iya Paling lambat usai Pilres lah," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2963 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun