Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Dihantam Gelombang, Kapal Pancar Indah Miring Nyaris Tenggelam
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebuah kapal laut angkut barang jenis landing craft tank (LCT) Pancar Indah, miring dan nyaris tenggelam di perairan sekitar pelabuhan Gilimanuk Jembrana Bali, Selasa malam (2/7/2014). Kapal angkutan khusus barang tersebut dihantam gelombang besar sehingga miring dan nyaris tenggelam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kapal beserta sejumlah truk ukuran besar belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk.
Kapal LCT Pancar Indah miring dan tenggelam sekitar 100 meter dari pelabuhan Gilimanuk Jembrana. Sebelumnya, kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi mengangkut 11 unit truk besar, 5 unit truk tronton atau trailer, 5 unit sepeda motor, dan 27 penumpang beserta awak kapal.
Menjelang tengah malam, kapal yang dinahkodai Rendra asal Banyuwangi, dihantam gelombang besar dan miring ke kanan.
"Sebelum miring dan nyaris tenggelam, kapal sudah miring dari Ketapang," ujar Purwanto, salah seorang penumpang kapal.
Terkait kecelakaan kapal ini, Kepala Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, untuk sementara tenggelamnya kapal diduga akibat dihantam gelombang tinggi sehingga kapal menjadi miring.
"Kita juga masih melakukan pemeriksaan, apakah kecelakaan disebabkan kelebihan muatan atau penataan parkir kapal di pelabuhan,"jelas Nyoman Delon, Kepala Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk.
Seluruh penumpang kapal masih ditampung di tempat penampungan yang disediakan oleh PT ASDP Gilimanuk. Badan kapal belum bisa dievakuasi lantaran cuaca buruk dan kondisi yang masih gelap.
Untuk memudahkan proses evakuasi, petugas akan melakukannya pada pagi hari. Akibat peristiwa ini, arus penyeberangan dari Gilimanuk menuju Ketapang sempat terganggu.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun