Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Polda Bali Larang Warga Konvoi Saat Pencoblosan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polda Bali akan mencegah dan memberikan tindakan tegas kepada warga pendukung pasangan kandidat capres-cawapres yang melakukan konvoi di Bali besok. Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto menyatakan sikap tegas itu dilakukan untuk menghindari gangguan ketertiban dan keamanan serta mencegah terjadinya gesekan horisontal antara massa pendukung pasangan kandidat capres dan cawapres.
"Kami akan memberikan tindakan tegas terhadap massa yang melakukan konvoi. Sudah disiapkan personel untuk mencegah konvoi massal yang berpotensi terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan," ujar Hery, Selasa 8 Juli 2014.
Hery menegaskan bahwa Polda Bali akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan pelaksanaan pilpres di Bali. Untuk mengamankan seluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara), pihaknya akan mengerahkan dua pertiga personel.
"Sisanya, selalu dalam posisi siaga untuk memberikan bantuan pengamanan dalam kondisi darurat saat munculnya peristiwa yang mengganggu ketertiban dan keamanan baik di TPS maupun di wilayah tertentu," tegasnya.
Menurut Hery, pihaknya juga sudah mengantisipasi jika ada massa yang melakukan konvoi. Personel yang tidak disiapakan untuk mengamankan TPS akan dikerahkan untuk mencegah adanya konvoi massal itu.
"Ada personel yang bertugas di TPS. Yang tidak bertugas di TPS akan melakukan pengamanan dan mencegah adanya massa yang melakukan konvoi," jelasnya.
Hery mengaku pihaknya belum mendapat laporan adanya potensi massa yang akan melakukan konvoi pada hari pelaksaan pilpres besok. Namun, pihaknya sudah siap mengantisipasi segala kemungkinan yang potensi menggangu ketertiban umum dan menimbulkan konflik horisontal di masyarakat termasuk aksi konvoi yang dilakukan massa pendukung kandidat capres-cawapres.
"Potensi adanya konvoi massa itu terjadi saat menuju ke TPS atau pulang dari TPS. Kemungkinan terjadinya konvoi massa hari ini saat lembaga survei mempulikasikan hasil quick qount (perhitungan cepat)," ungkapnya.
Ia memprediksi, massa pendukung kandidat yang unggul dalam hasil quick qount itu berpotensi merayakan kemenangan hasil quick qount itu dengan menggelar aksi konvoi massal. Hal ini berpotensi mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan gesekan horisontal dengan massa pendukung kandidat lainnya.
"Kami siap mengantisipasi dan memberikan tindakan tegas terhadap massa yang melakukan konvoi itu. Apalagi jika mengganggu ketertiban umum," tandasnya.
Sebelumnya, Kapolda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu mengatakan pihaknya memberlakukan siaga satu untuk pengamanan pilpres. Pengamanan oleh aparat kepolisian akan dibantu pasukan dan peralatan pengamanan dari TNI.
Polri dan TNI telah diperintahkan sesuai instruksi presiden harus bahu membahu mengamankan pelaksanaan pilpres.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan