Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
JCI:Perang Tarif di Bali karena Terlalu Banyak Hotel
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terjadinya perang tarif hotel di Bali akibat menjamurnya hotel-hotel, home stay dan vila sehingga terjadi kelebihan jumlah kamar. Hal itu diutarakan Presiden Junior Chamber International (JCI) Indonesia, Ida Bagus Agung Gunarthawa di Denpasar, Rabu, 24 September 2014.
"Terjadi over supply. Berhubungan atau tidak dengan isu reklamasi Teluk Benoa, kita tidak faham, tapi masalahnya adalah over supply," kata Gunarthawa. Pria yang akrab disapa Gus Gunarthawa itu menuturkan, jika hotel, vila dan home stay dengan berbagai pilihan menjamur, tamu domestik lebih memahami ke mana mereka harus mencari tempat tinggal di Bali meskipun belum terdaftar.
"Penyebab lain terjadinya perang tarif adalah kurangnya turis yang berlibur ke Bali. Kapasitas daya tampung Bali terhadap tourism dibanding Singapura, Malaysia, Thailand dan negara tetangga lainnya lebih besar," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah kunjungan turis ke Bali dibanding ke negara tetangga tak berbanding lurus dengan kapasitas daya tampung. Sehingga mau tidak mau mereka banting harga akibat tidak ada pilihan lainnya. Tumbuhnya home stay, vila dan sejenisnya di desa-desa meski diapresiasi pemerintah, sehingga tumbuh enterprenuer baru.
"Pemerintah justru harus mengambil peran, agar bisnis yang mereka kembangkan bisa tumbuh dan bertahan. Bukan sebaliknya menyetop usaha mereka dengan alasan over supply tadi," tegas Gus Gunarthawa.
Ia memberi solusi bahwa perlu ditingkatkan edukasi pada sisi enterpreneurship warga yang membangun bisnis di bidang sarana akomodasi pariwisata. Selain itu, identitas lokal Bali juga mesti tumbuh, seiring dengan berkembangnya deglobalisasi.
"Sehingga bisa meng-upgrade properti bisnis yang dimilikinya. Kalau sudah begitu, tidak banting harga. Promosi juga penting untuk digenjot. Produknya dikuatkan, promosi juga mesti mewakili produk. Sekarang, deglobalisasi ini kita harus menguatkan sisi originalitas produk yang ditawarkan. Bali itu culture dan spiritual tourism. Inilah quality tourism," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5410 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2284 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan