Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terlalu Pede, Penyebab Kegagalan PDIP di Parlemen

Selasa, 7 Oktober 2014, 09:08 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Bekas Wakil Ketua MPR, Hajrianto Tohari mengatakan beberapa kegagalan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen, karena para partai pendukung Jokowi-JK ini terlalu percaya diri. "Mereka jadinya seperti menciptakan sebuah labirin sendiri, dimana pada akhirnya mereka tidak bisa menemukan jalan keluarnya sehingga membuat PDIP selalu kalah melawan KMP(Koalisi Merah Putih)," kata Hajrianto saat dihubungi wartawan, Senin (6/10/2014).

Menurut politisi Golkar ini, kepercayaan diri yang terlalu tinggi itu bisa dilihat dari pernyataan-pernyataan PDIP yang selalu menyebut orang yang tidak sejalan dengan keinginan mereka dituding tidak pro rakyat.

"Yah contohnya adalah pada masalah UU Pilkada, mereka menuduh KMP mengkhianati rakyat karena menginginkan pilkada lewat DPRD. Mereka menolak alasan KMP bahwa pemilihan lewat DPRD adalah bentuk implementasi dari sila ke 4 Pancasila. Sekarang ketika tahu dan mengalami kekalahan demi kekalahan, pada pemilihan pimpinan MPR, mereka meminta agar tidak dilakukan secara voting tapi melalui musyawarat mufakat seperti bunyi sila ke 4 Pancasila," paparnya.

Kemudian ditambah dengan kurangnya komunikasi antara partai pendukung Jokowi-JK dengan partai-partai yang tergabung dalam KMP. Dia pun mengingatkan jika PDIP tidak ingin terus mengalami kekalahan, maka PDIP harus memperbaiki cara komunikasi politik.

"Komunikasi politik yang dilakukan, komunikasi yang sangat terbatas dan itupun dilakukan secara parsial, maksudnya komuikasi politik atau pendekatan terhadap parpol dilakukan satu-satu dan tidak pernah mengajak semuanya untuk duduk satu meja demi membahas panggilan negara. Bukan hanya mengajak PPP, PAN dan Golkar sendiri, tapi semua yang ada di KMP," tuturnya.

”Semua ini fakta yang tidak bisa dinafikan, KMP solid dan kokoh.Kalau masih menggunakan pola komunikasi yang sama yang selalu mengklaim dan menuding pihak KMP, maka KMP akan semakin solid dan PDIP justru akan mengalami kekalah demi kekalahan kedepannya,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami