Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Pengiriman Sabu-Sabu 1,178 Kg

Jumat, 10 Oktober 2014, 16:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali secara berturut-turut menggagalkan pengiriman paket sabu-sabu jenis methamphetamine seberat 1,178 kilogram. Paket barang haram itu dikirim secara bergelombang dan dikemas dalam berbagai paket.

"Total dari ketiga paket ini 1178 gram bruto jenis methamphetamine. Pihak yang ditujukan dimasing-masing alamat yang dituju sejauh ini belum mengakui paket kiriman itu," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bali, Budi Harjanto di Kuta, Badung, Bali, Jumat (10/10/2014).

Harjanto memaparkan jika paket pertama berisi 548 gram dari Cina yang dibungkus dalam plastik yang diselipkan di kantong dalam tas. Paket kedua juga berasal dari Cina dan barang haram seberat 586 gram itu ditaruh di tas ransel.

"Yang terakhir pihaknya menyita 44 gram serbuk kristal yang mengandung methamphetamine dari AS.‎ Barang tersebut dikirim bersamaan dengan PlayStation," paparnya.

Paket pertama, tutur Harjanto ditujukan kepada Putu Yoga dengan alamat Jalan Gunung Sari Gang Griya Dadi, Denpasar Selatan. Paket kedua tidak ada alamat dan nama penerima. Sedangkan paket terakhir akan dikirim ke Mataram, NTB, melalui bandara internasional Ngurah Rai, yang ditujukan kepada Marten Afrianto.

Menurut Harjanto, secara keseluruhan tiga paket yang dikirim dari Cina dan Amerika di hari yang berbeda ini melalui jasa PT. JAS Cargo Internasional, Ngurah Rai Denpasar. Ia mengakui, hingga saat ini pemilik dari barang kiriman ini masih dalam proses penyelidikan petugas

 

"Alamat yang dituju dalam paket ini, seluruhnya berbeda dan beralamat di Denpasar. Alamat yang tertuju itu fiktif. Untuk saat ini kita lakukan koordinasi dengan Polda Bali dan NTB untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Harjanto.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami