Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tiga Calon Kepala BIN Dinilai Bermasalah

Jumat, 13 Maret 2015, 00:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Ketua SETARA Institute for Democracy and Peace, Hendardi mengaku tidak sepakat dengan tiga figur yang digadang-gadang sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Tiga calon Kepala BIN tersebut diantaranya yaitu, mantan Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Wakil Panglima ABRI Letjen TNI (Purn) Fachrul Razi dan mantan Wakil Kepala BIN As'ad Ali.

"Dari pemberitaan ada tiga nama yang beredar dan kita menolak karena mereka adalah orang-orang bermasalah," ujar Hendardi, Rabu (5/11/2014). Menurutnya, Sjafrie Sjamsoeddin adalah figur yang bermasalah karena diduga terlibat berbagai peristiwa politik saat masa transisi. Namun ia menutup kebusukannya saat menjabat Wamenhan.

"Sesungguhnya Sjafrie adalah salah satu jenderal yang bermasalah karena dugaan keterlibatannya pada berbagai peristiwa politik di masa transisi," tukasnya. Sementara itu Fachrul Razi diduga terlibat dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu.

"Dia bagian dari kontestasi para jenderal, baik pada masa transisi maupun pada saat ini, di mana banyak para jenderal atau dekat dengan partai politik tertentu," pungkasnya. Sedangkan As'ad Ali yang merupakan berasal dari sipil juga dianggap tidak terlalu bersih. Karena diduga terlibat dalam kasus tewasnya Aktivis HAM, Munir

"Posisinya sebagai Wakil Kepala BIN yang saat itu dikepalai Hendropriyono, sulit tidak mengetahui dan terlibat dalam perencanaan pembunuhan atas Munir," tandasnya. Karenanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mencari figur lain yang benar-benar bersih dan tidak terlibat dalam kasus-kasus apapun.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami