Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Bulan Madu, Turis India Tewas Rafting di Sungai Ayung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Berniat menikmati bulan madu, wisatawan asal India bernama Bhavik Shah bersama istrinya Khayati Bhavik Shah justru tewas saat sedang bermain rafting atau arung jeram di Sungai Ayung, Gianyar, Bali.
Tewasnya Bhavik diduga akibat lamban dan lalaian pemandu dari pihak pengolala arum jeram Tirta sungai Ayung. Korban awalnya bersama keluarga dan istrinya Khayati Bhavik Shah, sedang menikmati derasnya arus sungai.
Di pusat air deras pada titik curam, tiba-tiba perahu karet yang dibawa korban membentur batu dan sempat terguling, saat itu sudah diketahui korban hilang. Namun karena derasnya air dan dasyatnya teriakan rekan-rekan korban, hingga tidak memperhatikan kalau satu dari mereka hilang.
Saat diketahui korban tidak ada, salah seorang pemandu yang berinisial I Wayang Rsn justru tidak terlihat panik dan memilih mencari korban dengan tidak melakukan penyisiran di pusat dugaan terjadinya kemungkinan korban hilang.
"Rekan korban sudah berulang kali menegur pemandu tersbut dan menunjukkan lokasi kemungkinan hilangnya korban. Tetapi tetap saja dilakukan pencarian di luar lokasi. Ini aneh, dimana standar SOP mereka dalam bekerja," Kata IB Parta Adnyana, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Tirta dan Bahari (Gahawisri) Bali, Kamis (6/11/2014).
Menurut Parta Adnyana, jika pemandu menjalankan porsedur penyelamatan pasca hilangnya korban saat itu, ia yakin korban dapat diselamatkan. Kemungkinan, pemandu dari perusahaan Bali Adventure tidak pernah mengikuti standar penyelamatan.
"Perusahaan besar, mestinya para pemandu tahu cara penyelamatan atau cara pencarian bilamana terjadi insiden," jelasnya.
Melihat pengalaman ini, ia yang terjun melakukan pencarian bersama tim SAR berharap bentuk usaha yang berhubungan dengan wisata air, apapun bentuknya seluruh pemandu harus mengusai SOP.
"Untuk saat ini, kita masih kumpulkan bukti-bukti. Apakah perusahaan yang bersangkutan kita kenakan sanksi, akan dipertimbangkan nanti," harapnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun