Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bea Cukai Ngurah Rai Amankan Sabu 2,1 Kg Dari WN Rusia
BERITABALI.COM, BADUNG.
Untuk kesekian kalinya petugas Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengamankan warga asing yang hendak selundupkan narkotika.
Kali ini, petugas berhasil membekuk warga negara asal Magadan, Rusia bernama Magnaeva Aleksandra (26) yang hendak selundupkan sabu-sabu seberat 2,1 Kilogram.
"Serbuk kristal putih itu disimpan tersangka di dalam koper berwarna ungu. Magnaeva diamankan saat ia baru saja turun di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali," kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurai Rai, Budi Harjanto dalam keterangan resminya di Kantor Bea Cukai Ngurai, Kamis (11/12/2014).
Menurut Budi, barang terlarang itu disimpan tersangka di dalam sebuah rongga koper. Petugas sejak awal sudah mencurigai tersangka melihat setelah gerak geriknya yang mencurigakan.
"Tersangka menggunakan Pesawat Hongkong Airlens HX 707. Setelah dilakukan pemeriksaan X Ray, tersangka terbukti mengimpor sabu tersebut," ungkap Budi.
Atas perbuatannya melanggar hukum, tersangka kini dijerat dengan pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 1 Milyar.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun