Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
KPK Telisik Dugaan Permainan Izin AirAsia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dugaan permainan izin penerbangan maskapai AirAsia serta penerbangan lain akan ditelisik oleh KPK. Hal itu menyusul dengan adanya dugaan penyelewengan dalam izin penerbangan yang terkuak setelah kecelakaan AirAsia QZ8501.
KPK akan mempelajari dugaan permainan pemberian izin rute penerbangan untuk rute Surabaya-Singapura maskapai Air Asia. Hal itu akan dipelajari setelah lembaga superbody pimpinan Abraham Samad Cs ini menerima hasil investigasi Kementerian Pehubungan (Kemenhub) pimpinan Ignasius Jonan.
"Kami tunggu bahan yang dikirimkan pak Ignasius Jonan (Menteri Perhubungan, red) hasil investigasi dari inspektur khususnya. Terkait perizinan atau masalah lain," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di Jakarta, Kamis (8/1/2015) malam.
Hal itu dilakukan oleh KPK, kata Bambang, karena adanya permintaan dari Kemenhub untuk ikut serta menelisik izin itu. Dengan adanya permintaan itu, KPK telah sepakat untuk bersama-sama melakukan kajian soal izin penerbangan.
Bahkan, lanjut dia, pihaknya tak ragu akan menjerat pihak-pihak yang diduga bermain dalam perizinan itu. "Karena bagi kami terima dulu hasil, baru dari situ kita akan pelajari bagiamana yang jadi penanganan KPK," kata Bambang.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun