Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Polisi Jepang Gerebek Kantor Amazon di Tokyo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepolisian Jepang menggerebek kantor-kantor Amazon di Tokyo sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penjualan gambar-gambar pelecehan seksual anak.
Aparat keamanan Jepang menggelar operasi atas orang-orang yang diyakini menjual buku-buku yang berisi foto pelecehan seksual anak melalui Amazon Jepang. Sementara itu, Amazon mengatakan bekerja sama penuh dengan polisi setelah penggerebekan itu.
Operasi tersebut berawal pada September 2013 dengan penangkapan dua pria yang menjual foto-foto yang melanggar hukum lewat situs Amazon, demikian lansir BBC.
Penggeberekan terbaru pada 23 Januari 2015 merupakan yang kedua atas kantor Amazon setelah satu pusat distribusinya di Kanagawa juga digerebek pada November tahun lalu sebagai bagian dari operasi yang sama.
Undang-undang baru di Jepang yang diterapkan pada Juni tahun lalu menetapkan kepemilikan gambar-gambar nyata pelecehan seksual anak sebagai tindakan melanggar hukum. Sedangkan membuat dan menyebarkan gambar tersebut sudah dinyatakan melanggar hukum sejak tahun 1999. Selain kantor pusat di Tokyo, pusat distribusi di pinggiran ibukota juga termasuk yang digerebek dalam operasi terbaru kepolisian.
Dalam pernyataannya, Amazon menegaskan melarang penjualan bahan terlarang lewat situsnya. "Kami tidak mengizinkan barang-barang terlarang di situs kami dan kami memiliki sistem dan prosedur yang dirancang untuk mencegah dan mencabut barang terlarang dari daftar barang-barang," tambah pernyataannya itu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan