Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Polisi India Selamatkan Ratusan Budak Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi India menyelamatkan ratusan budak anak, terkecil berusia enam tahun, dalam penggrebekan di Hyderabad.
V Satyanarayana, wakil komisaris polisi Hyderabad, mengatakan polisi menemukan 120 anak dalam penggrebekan di sebuah bengkel pembuat gelang dan barang-barang lainnya. Penggrebekan ini adalah bagian dari tindakan keras polisi mengakhiri perbudakan anak di India.
"Hampir semua anak-anak itu memiliki penyakit kulit kronis dan kurang makan," ujar Satyanarayana kepada AFP. "Sebagian trauma dan terguncang."
Anak-anak, masih menurut Satyanarayana, mengaku dipaska bekerja 16 jam tanpa istirahat. Mereka diancam akan dipukul dan tidak diberi makan jika tak taat perintah.
Kebanyakan anak-anak itu berasal dari Bihar, negara bagian paling miskin dan padat di India. Mereka dijual oleh orang tua mereka dengan harga 5.000 sampai 10 ribu rupee, atau Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.
"Mereka disimpan di kamar suram, dengan ventilasi dan paparan gas berbahaya," lanjut Satyanarayana. "Kampanye melawan buruh paksa dan perdagangan anak akan terus berlanjut." Polisi melawan perdagangan buruh anak dengan menelusuri gang gang sempit di Hyerabad, untuk mencari bengkel-bengkel, atau home industry.
Polisi juga menangkan 31 pedagang dan agen budak anak. Mereka akan digiring ke pengadilan dengan dakwaan perdagangan manusia. Anak-anak akan dipertemukan kembali dengan orang tua mereka.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun