Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
OJK Deteksi Koperasi Mirip KKM di Buleleng
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Bali dihimbau agar mewaspadai koperasi yang merugikan dan membahayakan. Saat ini disinyalir ada sebuah koperasi yang beroperasi di Kabupaten Buleleng, Bali, yang mirip Koperasi Karangasem Membangun (KKM).
"Infonya ada kabar di Buleleng yang menyampaikan ada koperasi seperti KKM di Karangasem," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, Zulmi di Denpasar, Jumat (6/2/2015).
Untuk menghindari kerugian semakin meluas di masyarakat, Zulmi meminta masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan keuangan yang baik. Ia berharap masyarakat menghindari sifat instan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.
"Jangan menyalahgunakan prinsip ekonomi untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Temen-temen media bisa mengkomunikasikan kepada seluruh masyarakat tentang hal ini," harapnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan memahami pengelola keuangan yang formal atau resmi. Secara umum, Zulmi mengakui pengetahuan masyarakat Bali tentang pengelolaan keuangan sangat bagus.
"Namun kenapa masih ada masyarakat yang menggunakan lembaga keuangan informal. Kok yang informal menjadi daya tarik masyarakat," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun