Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ombudsman : Siswa di Bali Banyak Pakai Handphone Saat UN

Rabu, 6 Mei 2015, 08:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari kedua tingkat SMP di wilayah Bali diwarnai dengan keteledoran petugas pengawas yang lengah sehingga menyebabkan seorang siswa bisa leluasa membawa handphone atau telefon seluler saat dalam ruang ujian.
 
Temuan siswa membawa telefon genggam ini disampaikan pihak Ombudsman Provinsi Bali yang melakukan pemantaun di beberapa sekolah di wilayah Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Bangli.
 
"Kami menemukan ada siswa membawa hanphone di kelas saat mengerjakan UN," ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkatab, Selasa (5/5/2015).
 
Saat memantau pelaksanaan UN di SMP 3 Denpasar, tim Ombudsman bahkan melihat dari balik jendela kaca, ada seorang siswa diam-diam menggukan HP menjelang selesai waktu mengerjakan soal UN.
 
Lengahnya pengawasan UN di Bali ini sangat disayangkan sebagai akibat ketidakjelian dan kelalaian pengawas yang mestinya melaksanakan tugasnya dengan baik. Seharusnya, sesuai tata tertib dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN 2015, jelas disebutkan pengawas memeriksa ruangan dan siswa sebelum UN dimulai. "Terlepas siswa itu menggunakan HP untuk keperluan apa, kami tidak tahu tetapi jelas itu kelalaian pengawas," tegasnya.
 
Ombudsman Provinsi Bali juga menemukan masih banyak ditemukan kesalahan teknis saat pengawas dalam memasukkan lembar jawab (LJK), atau menyegel amplop, yang tidak sesuai prosedur sebagaimana ditetapkan dalam POS UN
 
"Secara umum pelaksanan UN hari kedua saat siswa mengerjakan mata pelajaran matematika, berjalan lancar seperti saat kunjungan di SMP 3 Bangli dan SMP 2 Sukawati Gianyar. Dari sisi distribusi logistik UN maupun ketersediaan soal tidak ada kendala berarti dan berjalan lancar," ungkapnya.
 
Sementara, hari pertama UN, kata Umar, pihaknya juga mendapati pengawas UN yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya secara benar sesuai ketentuan, yakni banyak petugas justru sibuk memainkan HP ketimbang mengawasi peserta ujin.
Pasca kejadian ini, Ombudsman Bali akan terus melakukan pemantaun hingga hari terakhir pada Kamis 7 Mei 2015, dengan mengerahkan tim untuk meninjau UN di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami