Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 13 September 2026
Pemilu Serentak 2019 Terancam Berantakan
Jumat, 5 Juni 2015,
08:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pelaksanaan Pemilu 2019 secara serentak terancam berantakan. Pemicunya regulasi paket politik belum ada tanda-tanda perubahan. DPR dan Pemerintah cenderung tidak hirau dengan amanat Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
Mahkamah Konstitusi telah mengamanatkan penyelenggarana Pemilu 2019 dilakukan secara serentak melalui putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013. Pemilih akan memilih secara sekaligus yakni memilih anggota DPR, DPD, DPRD I, DPRD II dan Presiden/Wakil Presiden. Pemilu serentak ini memberi konsekwensi logis di antaranya perubahan regulasi paket politik.
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Saan Mustopa mengatakan UU Paket Politik yakni UU Penyelenggara Pemilu, UU Pilpres, UU Partai Politik, UU Pemilu Legislatif, UU Pemilu Presiden serta UU MPR, DPR, DPD dan DPRD semestinya harus segera dipersiapkan perubahannya. "UU Paket Politik harus segera diubah secepatnya," ujar Saan di sela-sela sidang paripurna DPR, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Menurut dia, UU Paket Politik itu semestinya masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016. Menurut dia, saat ini semestinya telah disiapkan Naskah Akademik (NA) dan Draft RUU paket politik. "Naskah Akademik dan draf harus diselesaikan sekarang," tegas Saan.
Meski demikian ia tidak menampik sejumlah UU yang masuk dalam daftar Prolegnas 2015 hingga saat ini belum ada draft dan naskah akademiknya. Menurut dia, Baleg akan melakukan klarifikasi terkait dengan ketiadaan NA dan Draft RUU dalam prolegnas prioritas.
Peneliti hukum konstitusi Asosiasi Sarjana Hukum Tata Negara (ASHTN) Indonesia Sudiyatmiko Aribowo menilai hinggga saat ini DPR dan pemerintah belum serius untuk menyelesaikan regulasi Paket Politik. "Pengalaman sebelumnya pembahasan UU tentang Pemilu tidak cukup diselesaikan dalam waktu dua tahun," ingat Sudiyatmiko di Jakarta, Kamis (4/6/2015).
Padahal, kata alumnus FH Universitas Indonesia (UI) ini, tahapan Pileg dan Pilpres akan dimulai pada 2018. Dia menambahkan UU Pemilu saat ini belum mengatur tentang pemilu serentak. Ia mengingatkan bila regulasi paket politik tdiak diselesaikan maka risikonya tidak kecil.
"Apabila tidak segera dilaksanakan pembahasan UU pemilu serentak maka pelaksanaan pemilu 2019 secara serentak dikhawatirkan akan gagal dan menimbulkan kekacauan dimana-mana," ingat Miko.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026