Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Diminta Stop Ngaku Raja Majapahit, Wedakarna : Tak Elok Saya Debat dengan Senior
Senin, 23 Mei 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Mendapat kritikan dari tokoh Puri Jembrana, AA Benny Sudteja, Senator Bali, Arya Wedakarna memberi respon. Menurutnya, pengakuan sebagai Raja Majapahit itu sudah sesuai sejarah puri Arya Wedakarna. Wedakarna juga menyatakan enggan untuk berdebat dengan Benny Sutedja, terkait polemik status Raja Majapahit yang diklaimnya.
Hal ini disampaikan Arya Wedakarna lewat akun instagramnya, @senator_gusti_arya_wedakarna, menanggapi berita terkait di akun instagram @beritabalicom.
Dalam tanggapannya, senator Wedakarna menulis :
Kakanda AA Benny Sudteja adalah kawan baik keluarga kami. Beliau pernah datang ke Istana saya di Mancawarna Tampaksiring dan bertemu saya. Tiang juga pernah ke Puri beliau di Negara. Saat beberapa kali bertemu tdk pernah beliau langsung bertanya didepan saya ttg Gelar Raja Majapahit. Kalau beliau bertanya pasti tiang jawab sejarah puri kami. Harusnya bicara dpn tiang nggih. Mungkin ada kaitan dgn sejarah orang tua kami.
Anda boleh tanya ke tokoh tua2 di Bali, pada zaman persaingan politik PKI dan PNI di Bali jelang G30S 1965. kedua ayah kami memang bersaing secara politik... Ayah kami pernah bertarung fisik di podium disaksikan ribuan rakyat dilapangan. kebetulan ayah tiang tokoh PNI yg getol melawan PKI di Bali.
Ayah kami Shri Wedastera Suyasa (Ketua Umum Trah Arya Kenceng Tegeh kori pd zamannya ) adalah teman seperjuangan dgn Cok Sayoga asal Puri Satria (ayah Senator Cok Rat dan Menteri Puspayoga). Ikatan sejarah kami kuat sekali antara Puri Satria dgn Puri Tegeh Kori. Kami sama sama warih, termasuk ketika Raja Denpasar Cokorda Samirana mengangkat tiang jadi salah satu Wakil Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).
Kami juga prihatin bahwa Gubernur Bali AA Sutedja menjadi korban akibat situasi politik saat itu padahal AA Sutedja adalah tokoh yg baik dan disayang Bung Karno. Jadi saya tdk mengerti jika ada pernyataan beliau thd titiang dan memasalahkan gelar Raja.
Dokumentasi sejarah PNI Bali lengkap ada di The Sukarno Center termasuk juga sejumlah saksi sejarah seperti Ibu Sukmawati Soekarno Putri dan keluarga BK. Bisa diperiksa. Jadi demi menjaga nama baik beliau (AA Benny Sutedja) tiang akan sabar manten, semoga beliau sehat dan diberkati. Beliau juga keluarga kami... Tak elok tiang berdebat dgn senior. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026