Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trump Kembali Serukan Sikap Anti-Muslim di AS
Terkait Serangan di Orlando
Selasa, 14 Juni 2016,
10:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Washington DC. Calon Presiden AS Donald Trump turut menanggapi insiden penembakan massal yang terjadi di sebuah klub malam khusus gay di Orlando dengan nada rasisme.Dalam komentarnya, ia kembali mengulang seruannya agar imigrasi melarang sementara setiap orang Muslim masuk AS.
Trump meyakini kekerasan oleh imigran beragama Islam di AS adalah sesuatu yang pasti akan terjadi cepat atau lambat.Oleh sebab itu, dia mengkritik rivalnya, Hillary Clinton, yang berencana menambah kuota menampung pengungsi Suriah ke AS seandainya terpilih, lansir New York Times.
"Saya berulang kali mengatakan kejadian seperti (Orlando) akan terjadi, dan ke depan kejadian seperti ini hanya akan memburuk," kata Trump.
Calon presiden dari partai Republik ini mengingatkan publik agar mendukung agendanya menerapkan pembatasan akses masuk AS terhadap imigran. Trump juga menuding anak imigran berisiko besar terlibat aksi teror.
Seruannya ini merujuk pada pelaku penembakan Orlando, Omar Mateen, yang merupakan warga kelahiran AS dari orang tua imigran asal Afghanistan.
"Kita tidak akan punya jalan untuk menyaring setiap imigran, bahkan mencegah generasi kedua mereka melakukan tindakan radikal," kata Trump.
Trump juga sekaligus menyindir Hillary sebagai capres yang tidak mau jujur pada kenyataan serta takut menyinggung perasaan umat Muslim.
"Hillary seharusnya mundur dari pemilu jika tak kunjung mau mengakui satu hal. Pangkal semua masalah ini adalah Islam radikal," kata Trump.
Omar Mateen telah sumpah untuk setia dengan ISIS sebelum melakukan penyerangan ke klub malam 'Pulse' di pusat kota Orlando.Pria 29 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai satpam serta memiliki izin resmi memegang senjata api.Menanggapi Insiden Orlando dalam kesempatan terpisah, Hillary Clinton tak menyebut komunitas Muslim ataupun imigran atas tragedi itu. Capres perempuan ini menyebut aksi teror itu dilatari kebencian, dan hal serupa juga dilakukan oleh Presiden AS Barack Obama.[bbn/inilah/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026