Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Hal Buruk yang Terjadi Pada Tubuh Saat Makan Mie Instan
Jumat, 17 Juni 2016,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Mie instan menjadi makanan favorit bagi sebagian orang. Tak jarang mie instan menjadi pilihan, saat kita malas memasak atau membeli makanan jadi. Berbicara efek samping, tentu ini bukan menjadi rahasia umum lagi, pasti kita sudah cukup tahu.
Meskipun ada mitos yang mengatakan bahwa menambahkan sayuran pada mie instan dapat meningkatkan nilai gizi dalam mie, namun seperti kebanyakan makanan, sayuran dan buah-buahan tidak melawan efek negatif dari setiap produk makanan yang tidak sehat.
Jadi, jika Anda siap untuk mendengar apakah mie instan benar-benar dapat mempengaruhi kesehatan Anda, seperti yang tertulis di laman Lifehack.org (Mei/2016) berikut adalah daftar masalah yang dapat disebabkan dari mie instan
Mie instan memberikan beban berat pada tubuh kita, memaksa tubuh untuk memecah mie dan diproses selama berjam-jam. Hal ini dapat menganggu gula darah Anda, dan terjadi pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Kandungan bahan kimia dan pengawet dalam mie, sehingga bisa tahan lebih lama, dapat menyebabkan penyakit kanker, asma, dan diare jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Nutrition, ditemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi mie instan berlebih memiliki risiko yang jauh lebih besar sekitar 68% terkena sindrom metabolik daripada mereka yang tidak mengkonsumsi mie atau yang berdiet sehat.
Sindrom metabolik itu adalah sekelompok gejala seperti obesitas, tekanan darah tinggi, rendahnya tingkat kolesterol HDL yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung, diabetes atau mengalami stroke.
Mie instan kaya garam, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension pada 2014, tinggi konsumsi sodium diet diakui sebagai faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi di 23 studi kasus. Kelebihan natrium ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Monosodium Glutamat sering disebut sebagai MSG biasanya ditemukan di beberapa produk makanan, termasuk mie instan dan merupakan penyedap rasa yang populer di China, masakan Jepang dan Korea. Menurut FDA, MSG diberi label sebagai aditif yang aman, dengan efek berbahaya yang masih diperdebatkan, namun data kesehatan dan gizi dikumpulkan dari Kesehatan dan Gizi Survey di China menunjukkan sebaliknya, dengan konsumsi MSG yang tinggi atas jumlah waktu lama dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada individu.
Sebagai informasi, selain Cina, dan Jepang, Indonesia juga menjadi negara dengan konsumen tertinggi mie instan di dunia, menurut estimasi yang diterbitkan oleh Asosiasi Mie Instan Dunia pada tahun 2015. Jadi, masih mau rajin makan mie instan? Semoga bermanfaat dan selamat sehat.[bbn/inilah/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026