Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Baterai Terbakar, Garuda Larang Galaxy Note 7 di Pesawat
Senin, 12 September 2016,
07:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Garuda Indonesia telah melarang penumpangnya mengoperasikan perangkat Samsung Galaxy Note 7 selama penerbangan, setelah ada kasus baterainya terbakar.
Hal ini dilakukan menyusul sikap badan regulasi penerbangan sipil AS, Federal Aviation Administration (FAA), yang melarang mengoperasikan telepon selular itu setelah ada laporan ada masalah dengan perangkat baterainya.
"Garuda Indonesia secara tegas meminta kepada seluruh penumpang untuk tidak mengoperasikan telepon genggam selama penerbangan sesuai pemberitahuan resmi FAA mengenai Samsung Galaxy Note 7," kata Vice Presiden Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/9/2016).
Karena itu, Benny mengatakan bahwa Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk tidak menyalakan bahkan tidak dalam moda pesawat atau airplane mode, mengisi daya (recharge) baterai, maupun memasukkan perangkat tersebut pada bagasi penumpang.
Dia menambahkan pihaknya juga telah menyampaikan imbauan tersebut secara internal untuk dapat disampaikan oleh para petugas yang berhubungan langsung dengan penumpang.
Mulai hari Minggu kemarin, Garuda Indonesia telah memasang imbauan ini secara tertulis di tiap gerai check-in di bandara-bandara yang diterbangi Garuda Indonesia.
"Imbauan FAA berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. Ke depannya kami akan mengevaluasi imbauan ini sampai dengan adanya informasi resmi dari FAA," katanya.
Sebelum Garuda Indonesia, sejumlah maskapai penerbangan lain juga melarang penggunaan Galaxy Note 7 di dalam pesawat, di antaranya Singapore Airlines, Etihad, Qantas, Jetstar, dan Virgin Australia.
Tidak hanya itu, otoritas penerbangan di beberapa negara, seperti India, Kanada, dan Jepang, secara resmi juga mengeluarkan larangan untuk tidak menggunakan Galaxy Note7 dalam pesawat.
Awal September, Samsung telah menunda penjualan sekaligus menarik sekitar 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dari pasar, menyusul laporan adanya baterai yang terbakar.
Raksasa teknologi Korea Selatan ini menawarkan penukaran perangkat Galaxy Note 7 dengan perangkat telepon genggam pengganti dengan menggunakan baterai yang dianggap aman. Rencananya tawaran penukaran ini akan dibuka mulai 19 September mendatang.
Keputusan menunda penjualan ini menurut para pengamat tergolong luar biasa karena didasarkan pada beberapa laporan insiden --menurut Samsung ada 35 kasus-- baterai 'meledak' atau terkabar di seluruh dunia. [bbn/idc/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5956 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026