Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Buleleng Bali Dive Festival 2016, “Save Our Seaâ€
Senin, 24 Oktober 2016,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Kabupaten Buleleng kembali menggelar Buleleng Bali Dive Festival (BBDF)yang ke-2 tahun 2016. Fesival yang mengusung tema “Save Our Sea” ini masih mengambil tempat di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
BBDF ini akan diselenggarakan selama empat hari mulai tanggal 23 okteber sampai 26 oktober 2016. Ada yang unik dari BBDF tahun ini. BBDF kali ini akan menenggelamkan Struktur terumbu karang bernama Bedawang Nala. Bedawang Nala yang berbentuk kura-kura yang dililit oleh dua ekor naga ini merupakan simbol Bumi yang akan tetap menjaga keseimbangan alam semesta.
BBDF ini dibuka oleh Direktur Promosi Wilayah Asia Pasifik Kementrian Pariwisata RI Visensius Jemadu mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya, Minggu (23/10). BBDF juga dihadiri langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST., Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG., Staf Ahli Menterri Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Suko Yuwono, Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP., dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Visensius Jemadu yang membacakan sambutan Menpar mengatakan, sangat mengapresaisi kegiatan ini. ia juga menegaskan bahwa festival yang diadakan oleh pemerintah bukan hura-hura.
“Festival merupakan ajang untuk mempromosikan potensi daerah, bukan hura-hura. Jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam setiap festival yang diadakan pemerintah,” ujarnya.
Vasensius menambahkan, festival ini merupakan festival yang sangat luar biasa karena sangat memperdulikan lingkungan. “Saya yakin Pemuteran akan mendunia dengan festival ini. Ini dikarenakan sinergitas pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan sangat baik sekali,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Suradnyana mengatakan sangat mengapresiasi partisipasi dari segala pihak yang ikut berperan dalam penyelenggaraan BBDF yang ke-2. Bupati Suradnyana berharap, dengan adanya festival ini pariwisata di Pemuteran semakin meningkat.
“Saya berharap, vibrasi dari festival ini bisa meningkatkan kunjungan pariwisata di Pemuteran dan Buleleng pada umumnya,” harapnya. Bupati yang akrab disapa PAS ini mengatakan, kedepannya untuk pelaksanaan BBDF akan diselenggarakan secara bergilir dengan Buleleng wilayah timur.
“Saya memiliki pemikiran untuk mempromosikan potensi alam bawah laut di wilayah timur dengan cara menggilir penyelenggaraannya, nanti kita cari caranya mungkin dengan bekerja sama denga Kabupaten Karangasem juga,” pungkasnya.
BBDF tahun ini diramaikan juga oleh ratusan penyelam dari berbagai negara. Ratusan penyelam nantinya akan mengikuti sejumlah kegiatan berbeda selama festival dilangsungkan, terutama kegiatan-kegiatan bawah air. BBDF memang diklaim sebagai festival selam pertama yang dirangkaikan dengan kegiatan seni budaya di Indonesia. Tak heran jika BBDF mendapat antusiasme tinggi dari wisatawan mancanegara (wisman), utamanya yang berasal dari Benua Australia dan Eropa.[bbn/pan/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026