Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kematian Karang Terbesar di Great Barrier Reef
Rabu, 30 November 2016,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com - Brisbane. Lautan hangat di sekeliling Great Barrier Reef, Australia, telah membunuh dua pertiga dari bentangan karang sepanjang 700 kilometer tersebut dalam sembilan bulan terakhir.
Ini menjadi kematian karang terburuk yang pernah tercatat di situs Warisan Dunia itu menurut para ilmuwan, Selasa (29/11).
Temuan mereka mengenai kematian terumbu karang utara itu menjadi pukulan telak bagi pariwisata di terumbu karang yang menurut laporan Deloitte Access Economics tahun 2013 telah menarik pembelanjaan dana sekitar 5,2 miliar dolar Australia atau sekitar Rp52,5 triliun setiap tahun.
"Karang pada dasarnya seperti dimasak," kata Profesor Andrew Baird, seorang peneliti di James Cook University di Townsville, Queensland, Australia, yang menjadi bagian dari survei terumbu karang, kepada kantor berita Reuters.
Profesor Baird mengatakan bahwa kematian karang itu 'hampir pasti' merupakan yang terbesar yang pernah dicatat di manapun karena ukuran Barrier Reef, yang luasnya 348 ribu km2, merupakan terumbu karang terbesar di dunia.
Pemutihan terjadi ketika air terlalu hangat, memaksa karang mengusir alga hidup dan menyebabkan karang mengapur dan menjadi putih.
Pemutihan ringan koral bisa pulih jika temperatur turun.
Meski ada pemutihan yang terjadi secara alami, para ilmuwan khawatir peningkatan suhu laut akibat pemanasan global memperbesar kerusakan, membuat ekosistem peka di bawah laut tidak bisa pulih.
Komite Warisan Dunia UNESCO tidak lagi semacam menempatkan Great Barrier Reef dalam daftar 'dalam bahaya' pada akhir Mei namun meminta pemerintah Australia menyampaikan kemajuan upaya penyelamatan terumbu karang tersebut.
Australia akan mengajukan perbaruan itu pada Jumat menurut juru bicara Kementerian Lingkungan Josh Frydenberg.
Pada Juni lalu, selama masa kampanye pemilihan umum, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menjanjikan dana sebesar 1 miliar dolar Australia untuk melindungi terumbu karang.
Para ilmuwan iklim berpendapat peningkatan karbon dioksida di atmosfer menjebak panas yang memancar dari Bumi, menciptakan pemanasan global.
Australia adalah salah satu pembuang karbon per kapita terbesar karena ketergantungannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
"Perubahan iklim membunuh Great Barrier Reef," kata ahli lingkungan Charlie Wood, direktur 350.org, sebuah gerakan anti-bahan bakar fosil.
Menurutnya, penambangan dan pembakaran batu bara, minyak dan gas secara berlanjut merupakan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi pada iklim.
"Jika kita ingin anak-anak kita menikmati Great Barrier Reef hingga generasi selanjutnya, kita harus bertindak sekarang untuk menjaga bahan bahan fosil tetap berada di dalam tanah," kata Wood dalam satu pernyataan yang dikirim via email kepada kantor berita Reuters. [idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026