Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rumah SBY Didemo, PDIP: Namanya juga Demokrasi

Selasa, 7 Februari 2017, 13:00 WITA Follow
Beritabali.com

Politikus PDIP Masinton Pasaribu. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung bereaksi terkait aksi unjuk rasa di halaman rumahnya yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan.
 
Bahkan, SBY mengeluhkan mengenai kemanan dirinya kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengenai aksi tersebut.
 
[pilihan-redaksi]
Menanggapi hal itu, Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah hal biasa. Harus disikapi dengan biasa pula.
 
"Ya itu konsekuensi berdemokrasi ya begitu. Namanya demokrasi bebas saja begitu. Orang lain bisa menyampaikan pendapat, kita juga bebas menyampaikan pendapat. Ya dengan caranya," kata Masinton, Jakarta, Senin (6/2).
 
Dia menyebut, sikap SBY terkait aksi unjuk rasa itu terlalu berlebihan. Untuk itu, Ia menyarankan sebaiknya SBY tidak terlalu ambil pusing terkait hal tersebut.
 
"Sudah biasa itu, rumah, kantor di demontrasi oleh masa, oleh mahasiswa. Dulu Tivi one, Kompas juga pernah didemo. Artinya kan hari ini, saat ini konsekuensi demokrasi kan menyampaikan pendapat dengan berbagai cara, ada kewat twitter, spanduk ada lewan demonstrasi masa itu kan penyampain pendapat. Engga perlu ditanggapi reaktif, ya engga perlu paranoid, engga perlu sensi juga," ujar dia menambahkan.
 
Dalam akun twitter pribadi, SBY mengungkapkan adanya unjuk rasa di depan rumahnya. "Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*," kata SBY dalam akun twitternya, @SBYudhoyono.
 
[pilihan-redaksi2]
Menurut SBY, dalam Undang-undang tidak dibolehkan melakukan aksi unjuk rasa di rumah pribadi. Maka, dia meminta kejelasan Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian apakah dia tidak punya hak untuk tinggal di negeri sendiri.
 
 
"Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*". 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami