Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lahir di Taksi, Bayi Ini Gratis Naik Blue Bird 3 Bulan

Sabtu, 18 Februari 2017, 21:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar.  Seorang ibu muda, Rizki Amalia (16 tahun), asal Banyuwangi yang kos di wilayah Pemogan, sekitar pukul 12.30 WITA melahirkan bayi perempuan seberat 2,4 kilogram di dalam mobil Taksi Blue Bird, saat menuju rumah sakit persalinannya, Jumat (17/2).
 
Salah satu Sopir Taksi Blue Bird, Taubert Chaidir menuturkan, penumpangnya melahirkan di dalam mobil taksi yang dikemudikan dari arah Pemogan menuju RSAD. Tapi di tengah perjalanan karena keadaan sudah darurat, akhirnya si ibu dibawa ke rumah sakit terdekat. 
 
[pilihan-redaksi]
"Kondisinya sudah sangat darurat dan ibunya sudah teriak-teriak, jadi kita putuskan untuk membawanya ke RS Kasih Ibu. Kebetulan pas jalannya macet dan rumah sakitnya juga di dekat situ," kenang Sopir Blue Bird yang berasal dari Gresik, Jawa Timur itu.
 
Biaya argo taksi langsung digratiskan oleh sopir yang mengantarnya. Bahkan, General Manager Blue Bird Group Pool Area Bali dan Lombok, Putu Gede Panca Wiadnyana, bersama jajaran Manajemen Blue Bird Group di Bali datang langsung menjenguk ibu muda yang sedang dirawat di RS Kasih Ibu Denpasar. 
 
"Kita beri bingkisan ke bayinya. Selain itu juga kita beri hadiah gratis naik taksi Blue Bird selama 3 bulan untuk kontrol dan imunisasi bayinya," ujarnya disambut Direktur RS Kasih Ibu Denpasar, dr. I Gusti Ngurah. Rai, MM bersama Wakil Direktur RS Kasih Ibu Denpasar, dr. Kadek Dwi Widhyari di salah satu Ruang Perawatan RS Kasih Ibu di Jalan Teuku Umar Denpasar, Sabtu (18/2).
 
Kehadiran pihak manajemen Blue Bird membuat ibu bayi bersama keluarganya terharu. Bahkan sopir Taksi Blue Bird yang menjadi pahlawan bagi kelahiran bayi, juga ikut terharu.
 
"Nanti mau diberi nama siapa bayinya? Karena lahir di Taksi Blue Bird, diberi nama saja Mutiara atau Putri Mutiara saja. Karena Mutiara itu nama Ibu Pendiri Blue Bird, biar nanti juga bisa jadi wanita hebat. Seperti nama Ibu Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, pakai saja nama Mutiara," sarannya.
 
Panca juga mengapresiasi respon cepat dari pihak RS Kasih Ibu yang ikut menangangi pasien. 
"Kita sangat apresiasi Rumah Sakit Kasih Ibu yang sudah memberikan respon cepat terhadap kejadian ini, sehingga bisa menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya," ungkapnya. 
 
dr. Kadek Dwi Widhyari menjelaskan, saat sang ibu melahirkan bayinya, mobil Taksi Blue Bird sudah berada tepat di depan UGD dan kepala bayinya sudah kelihatan keluar dari jalan lahir.  
 
"Respon dan penanganannya kita memang lakukan sangat cepat. Tapi ternyata Blue Bird juga hebat, responnya juga sangat luar biasa," ungkap Wakil Direktur RS Kasih Ibu Denpasar itu menimpali.
 
Sebagai bentuk rasa kemanusian, RS Kasih Ibu juga memberikan keringan bagi pasien yang melahirkan bayi di dalam mobil Taksi Blue Bird. Selain mendapat fasilitas Kamar Perawatan kelas II juga diberikan kebijakan untuk biaya penanganan bayi normal, padahal sebelumnya mendapatkan beberapa perawatan intensif rumah sakit sehingga bisa meringankan beban ibu bayi dan keluarganya. 
 
Sementara itu, Direktur RS Kasih Ibu Denpasar, dr. I Gusti Ngurah Rai, MM mengungkapkan dengan kondisi pasien seperti itu sebenarnya merupakan hoky atau keberuntungan bagi perusahaaan terutama bagi Blue Bird bersama sopirnya. Apalagi Blue Bird memiliki armada taksi yang besar, namun mampu memberikan respon yang luar biasa bagi penumpangnya. 
 
"Kita bersama bersyukur atas kelahiran anak pertama pasien. Kedepan kita akan jalin kerjasama lagi termasuk di Lombok nantinya, karena sebenarnya pelayanan di sini lengkap untuk menuju rumah sakit penunjang pariwisata," katanya.
 
Keluarga ibu dan bayi mengaku tidak menyangka mendapat pelayanan lebih dengan naik Taksi Blue Bird. Silvi, kakak dari ibu bayi mengaku sengaja menelpon Blue Bird untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit karena sudah kondisi gawat darurat. 
 
"Kalau emergency hanya berani pakai Blue Bird, kalau yang lain takut aja," ujarnya.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami