Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Kelola Sampah, Perlu Parisipasi Masyarakat
Sabtu, 11 Maret 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Bali yang sebagai daerah tujuan pariwisata dunia harus memikirkan betul masalah sampah. Diperlukan partisipasi masyarakat terkait sampah, misalnya dalam pemilahan sampah. Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Gede Suarjana dalam arahannya di persiapan lomba Desa Unit Percontohan Pengelolaan Sampah di Rumah Kompos Padang Tegal, Desa Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Jumat (9/3).
Lebih jauh dalam arahannya, Kepala DLH menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan Pemprov dalam penanganan sampah diantaranya dengan melakukan pemasangan Trashtrap, yakni alat untuk penjaring sampah, di empat sungai diantaranya di Sungai Badung dan Sungai Pemogan dalam upaya mengurangi jumlah sampah yang masuk ke laut dan kedepannya dicanangkan untuk memasang alat tersebut di 401 sungai yang ada di Bali.
[pilihan-redaksi]
"Persoalan sampah sudah menjadi salah satu masalah bagi dunia pariwisata kita, untuk itu masyarakat saya harapkan sadar dan mau ikut berpartisipasi aktif dalam memilah sampah. Setiap rumah tangga saya harapkan mampu memilah serta mengolah sampahnya secara mandiri," imbuhnya.
Terkait pelaksanaan lomba Desa Unit Percontohan Pengelolaan Sampah, Suarjana menyampaikan bahwasannya terdapat beberapa kriteria dan aspek dalam penilaian lomba nanti diantaranya, kriteria 3R yang meliputi aspek reduce, reuse, dan recycle, kriteria pengomposan yang meliputi aspek pengomposan di rumah tangga, pengomposan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta aspek pemanfaatan kompos.
Hal senada juga disampaikan oleh Jero Bendesa Padang Tegal I Made Gandra yang menyatakan bahwa tempat pengelolaan kompos yang terletak tidak jauh dari kawasan wisata Monkey Forest ini sudah mulai dibangun pada tahun 2012. Pembangunannya tergugah dari kondisi Ubud sebagai daerah tujuan pariwisata namun terdapat banyak sampah menumpuk. [rls/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 469 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 380 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 372 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026