Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
BRSU Tabanan Terima Pasien Meningo Encepalitis Bukan Meningitis
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. BRSU Tabanan dilaporkan merawat pasien berinisial NPEPA (52) dengan gejala MSS. Namun setelah didiagnosis ternyata pasien tersebut suspect Meningo Encepalitis (perdangan otak) bukan Meningitis Streptococcus Suis (MSS).
Kabid Pelayanan Medik BRSU Tabanan dr I Gede Sudiarta, Senin (20/3) menyebutkan pasien tersebut diterima Minggu (19/3) sekitar pukul 12.41 dengan kondisi menggigil karena panas tubuh yang tinggi disertai penurunan kesadaran dan nyeri kepala.
[pilihan-redaksi]
“Panas tinggi diderita sejak tanggal 18 Maret 2017 atau sehari sebelum dibawa ke UGD, dan setelah dicek di UGD panasnya memang 39,5 derajat celcius,” jelasnya.
Pihak rumah sakit kemudian meminta informasi dari keluarga pasien yang menyebutkan memang ada riwayat kontak dengan daging babi sekitar seminggu yang lalu. Pasien disebutkan membeli daging babi di Pasar Tabanan dan dikonsumsi setelah diolah kering alias tidak ada mengonsumsi lawar.
“Dan setelah dirawat semalaman di ICU serta diperiksa intensif gejala itu masih terjadi namun pasien tidak mengalami kaku kuduk (red: kaku pada leher belakang) yang merupakan gejala khas Meningitis, jadi diagnosis sementara pasien mengalami Meningo Encepalitis dan bukan MSS,” tegasnya.
Dr Sudiarta menambahkan, faktor penyebab Meningo Encepalitis berasal dari bakteri, virus, jamur, hingga spora. Penyebarannya pun tidak selalu dari makanan, bisa juga dari udara.
“Tergantung sekarang bakteri atau kumannya menempel dimana, jadi kebersihan juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Kendati demikian, pihak BRSU Tabanan tetap mengambil sampel darah pasien untuk di uji di laboratorium guna mengetahui penyebabnya lebih lanjut dan CT Scan pasien juga masih dianalisa.
[pilihan-redaksi]
“Dengan adanya isu MSS ini kita harus care dan tidak boleh abai jadi tetap kita ambil sampel darahnya untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut meskipun bukan MSS,” sambungnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak paranoid dengan daging Babi.
“Yang terpenting adalah mengolah daging yang benar-benar matang sebelum di konsumsi. Kita jelas tidak mau karena isu MSS ini peternak dan pedagang daging babi menjadi terpuruk,” terangnya. [nod/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang