Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 18 September 2026
Wayan Candra dan Kreasi Seni Ogoh-Ogoh
Selasa, 28 Maret 2017,
09:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kreatifitas seni ogoh-ogoh sanggar seni Gases Denpasar telah dikenal masyarakat luas bahkan sudah sampai ke mancanegara. Lahirnya sanggar Gases bermula berkat kegigihan Drs. Wayan Candra dalam menampilkan seni ogoh –ogoh pada ajang Pentas Kesenian Bali tahun 1990.
“Awal berdirinya Gases bermula ketika tahun 1990 ada Pesta Kesenian Bali yang berhasil mengorbitkan nama Gases. Kebetulan saat itu kami mendapatkan juara satu. Selain di Bali kami juga pernah mewakili Bali ke Taman Mini, di sana kami mendapat perhatian khusus. Ogoh – ogoh kami diambil untuk Taman Mini,“ ucap Wayan Candra di kediamannya, di Banjar Lantang Bejuh Sesetan Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Di atas lahan pekarangan seluas 5 are tersebut, Wayan Candra telah berhasil menciptakan sanggar beragam seni yang kini telah berkembang pesat, antaranya Seni rupa, Seni tari, Seni karawitan, dan Seni patung. Sanggar Gases pada awalnya hanya singkatan Gajah Sesetan, dan kini telah resmi sebagai organisasi seni.
“Gases awalnya kepanjangan Gajah sesetan, karena desa kami terkenal gajahnya (pura patung gajah ). Lantas kami berkembang karena pengikutnya sudah hampir seluruh Bali. Akhirnya kami beri julukan Gases itu, Gabungan Anak Seni Serba Bisa Bali. Setelah itu kami carikan ijin. Organisasi Gases ini suatu organisasi yang berbadan hukum,“ ujar bapak lima anak ini.
Selama ini Candra tidak pernah mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku ogoh ogoh berupa gabus. Seluruh bahan sudah mudah didapat di Bali.
“Kenapa kami pergunakan gabus, karena dalam kreatifitas anak – anak akan turut memudahkan mengembangkan keahliannya dalam seni mematung," ujarnya.
Definisi Ogoh –Ogoh menurut Candra adalah suatu hasil karya Seni rupa berbentuk tiga dimensi diusung bersama - sama dan ditarik secara ogah -ogah baru disebut Ogoh - Ogoh. Sedangkan yang diam, dipajang begitu saja dinamakan dengan patung.
[pilihan-redaksi2]
Keahlian beragam seni yang digeluti Candra merupakan warisan dari pendahulunya serta dukungan penuh dari anak - anaknya. Kedepan ia tetap optimis bahwa ogoh –ogoh akan berkembang terus sepanjang masa. Kreatifitas dan budaya tersebut harus ditanamkan sejak dini.
“Budaya kita akan melekat ketika telah masuk ke memori anak – anak itu sendiri. Sehingga setelah dia remaja atau dewasa dia akan memperhatikan budayanya sendiri. Bukan kartun saja yang diingat," tambahnya. [bbn/eja/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5559 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3486 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2343 Kali
04
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026