Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Abrasi Pesisir Yehembang Makin Parah, Pemerintah Kemana?
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Abrasi di pesisir Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana makin parah. Tidak hana merusak senderan tanggul pengaman pantai, namun juga mengancam akses jalan desa sepanjang hampir satu kilometer menuju Pura Rambut Siwi.
Masyarakat pun kecewa dengan lambatnya penanganan pemerintah ini.
[pilihan-redaksi]
"Jika abrasi ini tidak segera ditangani, tidak sampai dua tahun rumah kami akan tenggelam. Tolonglah pemerintah perhatikan juga nasib warga pesisir," ujar Putu Tastra, salah seorang warga pesisir, Kamis (30/3/2017).
Pantauan di lapangan, jarak bibir pantai dengan akses jalan desa tersebut hanya tersisa tidak lebih dari 25 cm. Kondisi ini tentu saja juga mengancam belasan rumah warga dan hektaran sawah di Subak Yehembang.
Parahnya, sejumlah pohon perindang yang tumbuh di sepanjang pesisir tersebut juga telah bertumbangan lantaran daratan yang longsor tergerus abrasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga pesisir makin was-was.
Menurut warga, jika abrasi di pesisir Yehembang tidak segera ditangani, bukan saja jalan dan rumah warga serta hektaran sawah yang terancam, namun juga mengancam keberadaan Pura Rambut Siwi dan Setra Yehembang.
Terkait Hal tersebut Perbekel Yehembang I Made Semadi Dikonfirmasi membenarkan abrasi di pesisir Yehembang sudah sangat parah dan mengancam akses jalan, rumah warga, setra dan Pura Rambut Siwi, termasuk hektaran sawah.
Karena itu, pihaknya berharap pihak pemerintah segera menangani abrasi tersebut, apalagi pihaknya telah sering melaporkan dan mengusulkan melalui pemerintah daerah.
"Harapan kami abrasi itu segera ditangani. Kasihan akses jalan sudah hampir amblas. Rumah warga juga terancam," pintanya.[bbn/bbk/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun