Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Inovasi Plastik dari Singkong Karya Pemuda Bali
Jumat, 7 April 2017,
15:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Banyak pihak risau dengan masalah sampah plasik. Tapi hanya segelintir yang memberikan inovasi mengurangi dan mengencegah bahaya sampah tersebut.
Beruntung, Bali memiliki putra terbaiknya. Di bawah kerja keras Kevin Kumala dan teman-teman, lahirlah sebuah inovasi terbarukan, plastik yang berasal dari singkong. Jenis bioplastik ini pun dinilai aman. Sebab dengan keunggulannya, hewan tidak akan masalah jika secara tak sengaja memakan plastik tersebut, begitu pula dengan kemampuannya yang mudah larut dalam air.
[pilihan-redaksi]
Memang, saat ini telah banyak muncul produk yang melabelkan diri ramah lingkungan. Namun faktanya, tidak banyak memberikan keuntungan pada lingkungan. Mengantongi kemampuan daur ulang, plastik-plastik ramah lingkungan biasanya menghasilkan residu beracun. Alhasil, akan berbahaya bagi tanaman dan kehidupan laut. Ditambah dengan adanya kenyataan produk yang sering tidak terdaur ulang seperti klaim awalnya.
Berbeda dengan produk lainnya, Bioplastik hasil karya Kevin Kumala dibawah Avani, perusahan eco-technology asal Bali mengembangkan bioplastik tersebut. Bahkan, kini di Indonesia sendiri sekitar 200-300 business entities sudah menggunakan produk ini.
"Jadi awal mulai munculnya inspirasinya itu setelah Kevin kembali ke Indonesia setelah menjalani pendidikannya di Amerika Serikat pada 2009 lalu. Dia kaget melihat banyak yang berubah pada pantai-pantai di Bali, yang sebelumnya terkenal dengan keindahannya malah penuh dengan sampah," jelas Gupta Sitorus, Communications Advisor Avani.
[pilihan-redaksi2]
Keberadan sampah tersebut mengganggu Kevin yang memang hobi surfing dan diving. Bali dengan pantai dan laut yang sohor tercemar oleh sampah, di permukaan maupun dalam laut.
Segeralah Kevin bertindak dengan menggandeng timnya menciptakan produk bioplastik. Sejak awal, komoditas nabati memang dipilih, sebab banyak terdapat di Indonesia dan harga terjangkau.
"Karena jika kita ingin mengganti plastik yang harga murah tentunya harus juga dengan produk yang dari segi harga kompetitif," imbuh Gupta lagi.
Kevin dan rekannya pun telah mencoba berbagai bahan mulai dari jagung, kedelai, kulit manggis hingga singkong. Setelah dipilah-pilah, pilihan pun jatuh terhadap singkong. Dari serangkaian percobaan itu, singkong dinilai memiliki produksi yang jauh lebih banyak dan murah.
"Karena jumlah produksi singkong di Indonesia pada 2015 mencapai 24 juta ton per tahun, jadi kita enggak akan kehabisan. Dan bagusnya untuk produksi kantong avani tidak memakai singkong, tapi menggunakan ampasnya," sebutnya lagi. [wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026