Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Inovasi Plastik dari Singkong Karya Pemuda Bali
Jumat, 7 April 2017,
15:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Banyak pihak risau dengan masalah sampah plasik. Tapi hanya segelintir yang memberikan inovasi mengurangi dan mengencegah bahaya sampah tersebut.
Beruntung, Bali memiliki putra terbaiknya. Di bawah kerja keras Kevin Kumala dan teman-teman, lahirlah sebuah inovasi terbarukan, plastik yang berasal dari singkong. Jenis bioplastik ini pun dinilai aman. Sebab dengan keunggulannya, hewan tidak akan masalah jika secara tak sengaja memakan plastik tersebut, begitu pula dengan kemampuannya yang mudah larut dalam air.
[pilihan-redaksi]
Memang, saat ini telah banyak muncul produk yang melabelkan diri ramah lingkungan. Namun faktanya, tidak banyak memberikan keuntungan pada lingkungan. Mengantongi kemampuan daur ulang, plastik-plastik ramah lingkungan biasanya menghasilkan residu beracun. Alhasil, akan berbahaya bagi tanaman dan kehidupan laut. Ditambah dengan adanya kenyataan produk yang sering tidak terdaur ulang seperti klaim awalnya.
Berbeda dengan produk lainnya, Bioplastik hasil karya Kevin Kumala dibawah Avani, perusahan eco-technology asal Bali mengembangkan bioplastik tersebut. Bahkan, kini di Indonesia sendiri sekitar 200-300 business entities sudah menggunakan produk ini.
"Jadi awal mulai munculnya inspirasinya itu setelah Kevin kembali ke Indonesia setelah menjalani pendidikannya di Amerika Serikat pada 2009 lalu. Dia kaget melihat banyak yang berubah pada pantai-pantai di Bali, yang sebelumnya terkenal dengan keindahannya malah penuh dengan sampah," jelas Gupta Sitorus, Communications Advisor Avani.
[pilihan-redaksi2]
Keberadan sampah tersebut mengganggu Kevin yang memang hobi surfing dan diving. Bali dengan pantai dan laut yang sohor tercemar oleh sampah, di permukaan maupun dalam laut.
Segeralah Kevin bertindak dengan menggandeng timnya menciptakan produk bioplastik. Sejak awal, komoditas nabati memang dipilih, sebab banyak terdapat di Indonesia dan harga terjangkau.
"Karena jika kita ingin mengganti plastik yang harga murah tentunya harus juga dengan produk yang dari segi harga kompetitif," imbuh Gupta lagi.
Kevin dan rekannya pun telah mencoba berbagai bahan mulai dari jagung, kedelai, kulit manggis hingga singkong. Setelah dipilah-pilah, pilihan pun jatuh terhadap singkong. Dari serangkaian percobaan itu, singkong dinilai memiliki produksi yang jauh lebih banyak dan murah.
"Karena jumlah produksi singkong di Indonesia pada 2015 mencapai 24 juta ton per tahun, jadi kita enggak akan kehabisan. Dan bagusnya untuk produksi kantong avani tidak memakai singkong, tapi menggunakan ampasnya," sebutnya lagi. [wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026