Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Dipimpin Sembilan Sulinggih
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pelaksanaan Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh bertepatan pada purnamaning kadasa yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai hari baik melaksanakan upacara yadnya, diharapkan bisa menjadi momentum bagi seluruh umat Hindu untuk mulat sarira.
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri dan melaksanakan persembahyangan bersama pemendek serangkaian upacara Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Selasa (11/4).
[pilihan-redaksi]
“Semoga seluruh umat sejahtera, jagat Bali trepti, itu makna yang kita harapkan dari rentetan upacara yang dilaksanakan. Bagi masing-masing umat semoga setelah upacara ini berlangsung diberkati ketenangan hati dan pikiran, sehingga kedepannya bisa lebih baik dalam melaksanakan swadarma masing-masing,” ujar Pastika.
Ia juga menyampaikan ajakannya kepada seluruh umat Hindu untuk memanfaatkan waktu agar bisa tangkil menghaturkan sembah bhakti ke Pura Besakih selama Ida Bhatara nyejer.
“Sesudah ini kan Ida Bhatara nyejer, mari luangkan waktu agar bisa tangkil, sebagai bentuk rasa bhakti kita kepada Hyang Parama Kawi,” imbuh Pastika.
Sementara, menurut Pemangku Pura Besakih, Jero Mangku Suyasa, Karya Ida Bhatara Turun Kabeh akan berlangsung selama 21 hari mulai sasih Purnamaning Kadasa tanggal 11 April 2017 yang merupakan puncak karya. Selama waktu 3 minggu ini masyarakat berkesempatan untuk melakukan persembahyangan ke Pura Besakih.
Pelaksanaan Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh yang dilaksanakan di Pura Agung Besakih, Karangasem diawali dengan menghaturkan sesaji kepada Ida Bhatara yang berstana di padma tiga agar diberikan anugerah kedamaian dan keselamatan. Prosesi ini juga diiringi berbagi tarian seperti Rejang, Baris, Wayang Lemah, Bebondresan serta ditutup dengan Topeng Sidakarya.
[pilihan-redaksi2]
Prosesi puncak karya kali ini, dipimpin sembilan sulinggih diantaranya Ida Pedanda Putra Ngenjung dari Gria Selat Duda Karangasem, Ida Pedanda Djelantik Nuaja dari Gria Buda Keling Karangasem, Ida Sri Begawan Napta Nawa Wagsa Pemayun dari Gria Kedatuan Kawista Blatungan Pupuan Tabanan, Ida Pandita Satya Darma Tenaya, Pandita Dukuh, Nabe Putra Pangkung, Ida Sri Empu Semara Pura dari Geria Taman Sari Tegak, Ida Pedanda Gede Pura Abah, dan Ida Pedanda Putra Ketut Kawan. [rls/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan