Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Manfaat Alpukat untuk Kesehatan Metabolisme Tubuh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, New Delhi. Peneliti mengatakan bahwa konsumsi alpukat sehari dapat membantu dalam menjaga sindrom metabolik tubuh.
Mengutip dari zeenews, Rabu (12/04/2017), selain merawat sindrom metabolik, buah ini dapat membantu untuk mengobati kondisi lain juga.
[pilihan-redaksi]
Sindrom metabolik adalah pengelompokan faktor risiko tinggi gula darah, kolesterol, tekanan darah dan indeks massa tubuh yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Menurut studi yang dilaporkan dalam literatur, alpukat memiliki efek yang paling menguntungkan pada profil lipid, dengan perubahan LDL-kolesterol, kolesterol HDL, trigliserida, kolesterol total dan fosfolipid.
Kupas, benih, daging, dan daun alpukat memiliki efek yang berbeda pada komponen sindrom metabolik.
"Alpukat adalah sumber yang terkenal dengan karotenoid, mineral, phenolic, vitamin dan asam lemak, "tulis para penulis review Phytotherapy penelitian.
"Lemak dapat menurunkan, efek antihipertensi, antidiabetic, anti-obesitas, antitrombotik, atherosklerosis, dan diperlihatkan alpukat telah dibuktikan dalam beberapa studi," papar penulis.[rls/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2023 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun