Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pasupati Bendera Perindo di Pura Gunung Kawi Tak Pantas dan Tak Beretika
Kamis, 27 April 2017,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Gianyar. Dewan Pimpinan Provinsi Bali, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) memprotes kegiatan Pasupati Bendera Perindo Di Pura Gunung Kawi.
“Upacara Pasupati Bendera Partai Perindo yang difasilitasi oleh DPW Partai Perindo Bali tak beretika, tak pantas, dan tak elok menggunakan ruang suci dan sakral tempat ibadah dalam hal ini Pura Gunung Kawi sebagai “panggung” kontestasi politik terselubung apapun alasannya. Apalagi hanya untuk mencari simpati publik,” kata Ketua DPP PERADAH Bali, Ida Ayu Made Purnamaningsih, S.Sos.H didampingi Sekretaris, Komang Agus Widiantara, S.Sos.H dalam siaran pers pernyataan sikapnya, Rabu (26/4).
[pilihan-redaksi]
Ia mengatakan adapun yang melatarbelakangi keberatan tersebut yakni Pura Gunung Kawi yang terletak di Desa Tampaksiring Kabupaten Gianyar merupakan salah satu pura Dang Kahyangan yang disucikan oleh umat Hindu tak hanya bagi umat di Gianyar tapi di seluruh Bali.
“Pura ini dibangun untuk pemujaan para dewa terutama dewa wisnu sekaligus jejak peradaban Rsi Markandeya dalam menyebarkan agama Hindu,” jelasnya.
Sampai Saat ini pura ini ditujukan untuk kegiatan dan aktivitas upacara keagamaan, bukan untuk kegiatan lainnya. Apalagi bersifat politik praktis.
“Kami menyayangkan para kader Perindo di Bali pada kegiatan tersebut yang nota bene sebagain besar adalah umat Hindu. Seyogianya, sebagai tuan rumah, lahir, tinggal dan hidup di Bali paham mengenai kearifan lokal, kultur dan spirit Bali. Namun, dari kegiatan yang digelar seolah tak bisa membedakan antara aktivitas keagamaan dan politik, rasionalitas, akal sehat, dan nalar luntur hanya untuk membangun pencitraan dan eksistensi Parpol,” katanya.
Lebih jauh disebutkan, penggunaan istilah pasupati pada bendera partai juga kurang pantas.
“Pasupati memiliki makna mistisme yang mendalam. Sarat dengan nilai kearifan lokal dan spiritualitas di Bali. Pasupati menekankan proses sakralisasi sebuah benda sehingga memiliki keuatan magis atau supranatural,” ujarnya.
Lebih jauh disebutkan, Pasupati indentik dilakukan pada sarana, perangkat spiritual atau tempat yang disucikan oleh umat Hindu di Bali.
“Apa yang dilakukan oleh Partai Perindo tentu diluar pada lazimnya. Kami nilai ini sebagai sebuah pelecehan spiritual atas simbol agama Hindu karena memanfaatkan ruang tempat suci untuk tujuan politis,” ucapnya.
Pihaknya mendesak agar DPW Partai Perindo Bali meminta maaf kepada umat Hindu di Bali khususnya Gianyar karena telah menggunakan Pura Gunung Kawi sebagai “aktivitas” politik yang tak lain telah melecehkan simbol dan tempat ibadah agama Hindu.
Selanjutnya mendesak PHDI Bali untuk memberikan peringatan keras dan tegas kepada DPW Partai Perindo Bali atas aktivitas yang tak seharusnya dilakukan di tempat ibadah.
[pilihan-redaksi2]
“Meminta kepada PHDI Bali agar menghimbau kepada seluruh parpol di Bali/Ormas/Kelompok masyarakat agar tidak memanfaatkan tempat suci untuk kepentingan politik praktis, meskipun dalam bentuk/kemasan apapun,” katanya.
Bukan itu saja, pihaknya meminta kepada PHDI Bali menghimpau kepada para bendesa adat, prajuru adat, para rohaniawan Hindu, tokoh masyarakat agar berhati-hati/selektif kepada siapapun yang memanfaatkan pura untuk tujuan politis.
”Kami minta aparat untuk menindak tegas jajaran pengurus DPW Partai Perindo Bali sesuai dengan UU yang berlaku,” jelasnya.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1408 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026