Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pemkab Karangasem Rencanakan Optimalisasi Pasar Yadnya Rendang yang Sempat Mangkrak
Selasa, 30 Mei 2017,
10:03 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pasar yadnya yang ada di Desa Singarata Rendang Karangasem kini akan dioptimalkan lagi penataannya setelah sempat mangkrak beberapa lama.
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Anggota inti KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) meminta agar pasar yang memiliki luas sekitar 24 Are tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar memberikan kontribusi buat masyarakat setempat.
[pilihan-redaksi]
"Selain menjual bunga gumitir dan bunga kasna sebagai icon Kecamatan Rendang, juga untuk menjual sarana upakara dan upacara lengkap untuk masyarakat Hindu utamanya para pemedek yang akan tangkil ke Pura Besakih," jelasnya, Senin (29/5).
Mas Sumatri menyatakan hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah kepada beberapa OPD untuk melakukan terobosan baru.
"Perlu diketahui sarana upacara agama yang dijual di pasar ini tarifnya lebih murah serta dibuat secara khusus oleh masyarakat Karangasem. Salah satunya dengan mendayagunakan hasil kerajinan tangan warga Desa Munti Gunung dengan kreasinya membuat tamas atau tempat bahan persembahan dasar pandan," ujarnya.
Tidak hanya perlengkapan upacara, pasar ini direncanakan akan menjual souvenir hasil kerajinan dari bahan bunga kasna dan lainnya sebagai oleh-oleh untuk para pengunjung yang datang ke objek wisata di kawasan Pura Besakih.
Ketua KTNA I Wayan Sumarta dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa ada beberapa kendala yang harus segera diselesaikan agar Pasar Yadnya Rendang bisa berfungsi maksimal. Seperti, keberadaan Pasar Tradisional Menanga membuat para pedagang masih enggan pindah ke Pasar Yadnya.
"Mungkin kita bisa menentukan pangsa pasar yang jelas dulu untuk target pasar yang ingin kita capai. Kita rancang pasar Yadnya agar memiliki nilai lebih dari pasar-pasar lain disekitarnya," kata Sumarta.
Dirinya juga memaparkan bahwa tempat parkir, pintu masuk dan keluar di Pasar Yadnya masih dirasa kurang representatif untuk beberapa jenis kendaraan roda empat dan juga Bus Pariwisata. Hal ini mengurangi rasa nyaman para pembeli yang ingin berbelanja di Pasar Yadnya.
Ketua KTNA, Kadis Kebudayaan Putu Arnawa menyarankan agar areal parkir Pasar Yadnya bisa ditata lebih nyaman dan difungsikan sebagai rest area untuk para wisatawan serta pemedek yang datang ke Pura Besakih. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026