Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemkab Karangasem Rencanakan Optimalisasi Pasar Yadnya Rendang yang Sempat Mangkrak

Selasa, 30 Mei 2017, 10:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Pasar yadnya yang ada di Desa Singarata Rendang Karangasem kini akan dioptimalkan lagi penataannya setelah sempat mangkrak beberapa lama. 
 
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Anggota inti KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) meminta agar pasar yang memiliki luas sekitar 24 Are tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar memberikan kontribusi buat masyarakat setempat.
 
[pilihan-redaksi]
"Selain menjual bunga gumitir dan bunga kasna sebagai icon Kecamatan Rendang, juga untuk menjual sarana upakara dan upacara lengkap untuk masyarakat Hindu utamanya para pemedek yang akan tangkil ke Pura Besakih," jelasnya, Senin (29/5).
 
Mas Sumatri menyatakan hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah kepada beberapa OPD untuk melakukan terobosan baru.
 
"Perlu diketahui sarana upacara agama yang dijual di pasar ini tarifnya lebih murah serta dibuat secara khusus oleh masyarakat Karangasem. Salah satunya dengan mendayagunakan hasil kerajinan tangan warga Desa Munti Gunung dengan kreasinya membuat tamas atau tempat bahan persembahan dasar pandan," ujarnya. 
 
Tidak hanya perlengkapan upacara, pasar ini direncanakan akan menjual souvenir hasil kerajinan dari bahan bunga kasna dan lainnya sebagai oleh-oleh untuk para pengunjung yang datang ke objek wisata di kawasan Pura Besakih.
 
Ketua KTNA I Wayan Sumarta dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa ada beberapa kendala yang harus segera diselesaikan agar Pasar Yadnya Rendang bisa berfungsi maksimal. Seperti, keberadaan Pasar Tradisional Menanga membuat para pedagang masih enggan pindah ke Pasar Yadnya. 
 
"Mungkin kita bisa menentukan pangsa pasar yang jelas dulu untuk target pasar yang ingin kita capai. Kita rancang pasar Yadnya agar memiliki nilai lebih dari pasar-pasar lain disekitarnya," kata Sumarta. 
 
Dirinya juga memaparkan bahwa tempat parkir, pintu masuk dan keluar di Pasar Yadnya masih dirasa kurang representatif untuk beberapa jenis kendaraan roda empat dan juga Bus Pariwisata. Hal ini mengurangi rasa nyaman para pembeli yang ingin berbelanja di Pasar Yadnya. 
 
Ketua KTNA, Kadis Kebudayaan Putu Arnawa menyarankan agar areal parkir Pasar Yadnya bisa ditata lebih nyaman dan difungsikan sebagai rest area untuk para wisatawan serta pemedek yang datang ke Pura Besakih. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami