Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Gubernur Sulawesi Utara Apresiasi Dikpolnas KMHDI di Manado
Sabtu, 24 Juni 2017,
09:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Manado. Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi pelaksanaan Diklat Politik Nasional atau Dikpolnas Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Manado, Sulawesi Utara, yang berlangsung pada tanggal 22-25 Juni 2017. Dengan mengangkat tema “Pembentukan Perspektif Politik yang Bermartabat, Berlandaskan Nilai – Nilai Pancasila”.
Apresiasi ini disampaikan oleh Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Steven Evans Liow yang mewakili sambutan Gubernur Sulawesi Utara dalam pembukaan Dikpolnas tersebut pada Kamis (22/6/2017) kemarin, di Graha Gubernur Bumi Beringin, Manado.
[pilihan-redaksi]
“Saya (Gubernur) menyambut baik pelaksanaan diklat politik ini. Diklat ini dapat dijadikan wahana diskusi, berdialog mencurahkan semua ide gagasan untuk membangun karakter tidak hanya KMHDI tapi juga terlebih bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan politik saat ini,” katanya.
Steven juga menambahkan bahwa KMHDI sebagai organisasi kemahasiswaan harus mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas generasi penerus Bangsa.
“KMHDI harus dimaksimalkan sebagai wadah untuk peningkatan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota KMHDI,” ungkapnya.
Presidium KMHDI Putu Wiratnaya menjelaskan bahwa KMHDI memiliki banyak jenis kaderisasi seperti diklat manajemen organisasi, diklat kewirausahaan, diklat kepemimpinan, diklat jurnalistik dan diklat politik sesuai dengan minat bakat yang dimiliki oleh Kader KMHDI.
“Diklat politik ini sendiri yang diajarkan bukan mengenai politik praktis, karena sudah jelas dalam AD/ART, kader KMHDI dilarang terlibat dalam politik praktis, namun politik yang diajarkan itu sendiri merupakan seni kepemimpinan, pengambilan keputusan, pemetaan politik, dan politik identitas," katanya.
Wirat juga menambahkan bahwa, diklat politik ini pertama kali dilakukan secara nasional, karena selama ini dilakukan oleh tingkatan Pimpinan daerah dan Pimpinan cabang.
Dia juga menyayangkan banyaknya isu-isu sara yang dijadikan alat dalam politik praktis saat ini khususnya dalam pemilihan kepala daerah, padahal perbedaan yang ada sudah harusnya disatukan oleh Pancasila.
“Sangat disayangkan pemilihan kepala daerah, menggunakan isu-isu sara dan agama. Padahal kita semua sepakat bahwa Pancasila itu sudah selesai, tidak perlu diganggu lagi” tegas Wirat. [rls/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026