Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Seminar Kebangsaan Balanusa Hadirkan Dosen UGM

Kamis, 29 Juni 2017, 18:52 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Dalam rangka Bulan Bung Karno, LSM Balanusa menggelar seminar kebangsaan dengan tema "Nasionalis dalam Karakter, Mendunia Dalam Karya", Kamis (29/6).
 
Seminar dan lokakarya tersebut menghadirkan Dosen Universitas Gadjah Mada asli Tabanan I Made Andi Arsana PhD. 
 
Pemaparan yang disampaikan oleh Andi Arsana sangat menarik diselingi tugas-tugasnya sebagai dosen teknik geodesi UGM Jogjakarta. Putra asli Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan yang juga menjabat sebagai kepala kantor urusan Internasional UGM pada kesempatan itu membagi pengalamannya menjalankan tugas ke 44 negara dan ke 5 benua.  
 
[pilihan-redaksi]
Mengawali pemaparanya ia mengaku kalau menyampaikan materi di seminar kebangsaan Balanusa  seperti menabur garam di lautan luas. 
 
“Karena disini banyak hadir para tokoh masyarakat Tabanan. Seperti bapak ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, bapak Putu Eka dan hadirin semuanya,” jelasnya. 
 
Ia pun menjelaskan perjalanannya memulai pendidikan di Yogjakarta selepas tamat dari SMA 3 Denpasar tahun 1996. Kala itu pertama kali Ia merantau ke Yogjakarta dan tidak tahu siapa-siapa. 
 
Ceritanya berlanjut ke tahun 1999, Ia mengunjungi Korea Utara. Di negeri tersebut ia diajak ke sebuah bangunan perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. 
 
“Saya belajar banyak dari pengalaman tersebut,” jelasnya.  
 
Setelah Korea Utara, Ia mengunjungi Monako, Belanda, Swiss, dan negara lainnya. 
 
“Pengalaman yang saya sampaikan ini bukan bermaksud menyombongkan diri. Tapi saya ingin membuka wawasan bahwa dengan kerja keras, apapun bisa diraih,” tandasnya. 
 
Ia yang lulusan S3 di Australia ini mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya. Bentangan Indonesia dari barat sampai timur sepanjang 5000 Kilometer.
 
"Sedangkan bentangan Amerika saja hanya 4000 kilometer,” tandasnya. 
 
Indonesia memiliki 17 ribu pulau, 34 provinsi dan 260 juta penduduknya.
 
“Indonesia itu ibaratnya gula,” jelasnya lagi.
 
Bahkan sekarang rangking ekonomi Indonesia ke 8 dari 200 negara. Di tahun 2030 akan diperlukan 113 juta trampil dalam bidang pengetahuan, teknologi dan matematika.
 
“Berdasarkan survey sebuah lembaga internasional di tahun 2050 Indonesia menduduki peringkat 4 kekuatan ekonomi dunia,” terangnya.  
 
Pada saat itu  akan terjadi kemudahan melakukan bisnis, peran internet menguat, konsumen mudah berubah dan inovasi adalah kunci. 
 
“Jadi pendidikan adalah kunci,” tandasnya. 
 
Karena kedepan pertarungan di dunia bukan lagi senjata melainkan pertempuran intelektual. Ia juga menegaskan agar anak anak dan generasi muda mulai belajar bahasa Inggris. Kerena dengan bahasa Internasional tersebut mampu berkomunikasi dan meraih peluang untuk berkiprah di dunia internasional. 
 
“Semuanya kita harus sudah siapkan dari sekarang,” jelasnya. 
 
[pilihan-redaksi2]
Ketua Balanusa I Putu Eka Nurcahyadi berharap seminar Balanusa III ini bermanfaat bagi yang hadir. Tentunya juga bagi masyarakat Tabanan. 
 
“Kami juga berharap pemerintah daerah juga bisa menghadirkan putra putra Tabanan terbaik yang berkiprah di luar. Sehingga mampu memotifasi masyarakat Tabanan khususnya para generasi muda," katanya. 
 
Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi menyambut baik seminar kebangsaan yang digelar Balanusa. Ia pun bangga kepada Tabanan karena memiliki tokoh tokoh yang mendunia. 
"Seperti I Ketut Maria seniman tari, Nyoman Nuarta seniman patung, Putu Wijaya seniman sastra, Putu Leo Sutawijaya seniman lukis, dan I Made Andi Arsana yang berkiprah di bidang akademis," sebutnya. [nod/wrt]  
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami