Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Ingin Sekolah, Terhalang Kondisi Lumpuh Sejak Lahir
Sabtu, 8 Juli 2017,
08:54 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Sungguh ironis jika nelihat keadaan I Putu Selamet (12) asal Dusun Badeg Tengah, Sebudi, Selat, Karangasem. Disaat anak-anak sebayanya mengenyam pendidikan di sekolah, Putu Selamet harus menghabiskan seluruh waktunya selama bertahun-tahun meringkuk di tempat tidur lantaran menderita kelumpuhan sejak dilahirkan.
Kondisi Putu Selamet diperparah dengan kondisi ekonomi keluarga yang bisa dibilang masih berada dibawah garis kemiskinan, di mana ayah Putu Selamet, Kadek Suardana (34) sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya Ni Putu Ayu (34) tidak bisa bekerja karena seluruh waktunya dihabiskan untuk mengurusi Putu dan mencari rumput sebagai pakan sapi peliharaannya.
[pilihan-redaksi]
"Dulu putu dilahirkan prematur saat usia kandungan baru 5 bulan, saat itu putu harus di oven selama 34 hari di Rumah Sakit Klungkung. Kata dokter yang menangani, bahwa saat itu organ dalam seperti paru-paru dan hati Putu belum sempurna karena lahir di usia kandungan baru 5 bulan. Namun seiring waktu berjalan kami menyadari bahwa Putu mengalami kelumpuhan seperti saat ini," kata Kadek Suardana, Jumat (7/7).
Selama ini diakui Suardana sudah berupaya mengobati Putu, dengan cara pijat tradisional.
"Sudah beberapa kali di bawa ke tukang pijat tradisional bahkan sampai dibawa ke tukang pijat di daerah Gianyar, namun sampai saat belum membuahkan hasil," ungkap Suardana.
Suardana bersama istri dan tiga anaknya tinggal dalam satu bangunan rumah yang terbagi menjadi dua kamar beratapkan seng dan bedeg (anyaman bambu) sebagai temboknya. Sedangkan untuk kebutuhan air dan listrik juga mengambil dari prusahaan galian C yang ada di dekat rumahnya. Selain itu keluarga tersebut juga tidak memiliki WC sebagai MCK sehari-hari.
Dirinya sangat berharap agar putra pertamanya tersebut mendapat bantuan dalam pengobatannya sehingga bisa bersekolah seperti anak lain seusianya, karena Putu juga sempat mengutarakan bahwa ingin bersekolah juga.
Sebelumnya Putu juga sudah sempat diusulkan oleh Babinkamtibmas Desa Sebudi Aiptu Made Suinten agar Putu mendapatkan bantuan kursi roda, sehingga Putu tidak terpuruk hanya diam di tempat tidur. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026