Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
KPPAD Desak Polda Bali Tuntaskan Kasus Pembuangan Bayi
Rabu, 9 Agustus 2017,
12:19 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan pada anak-anak.
Sebelumnya, melalui pemberitaan media, terdapat 8 kasus pembuangan bayi baik yang ditemukan dalam kondisi hidup 3 orang bayi dan sisanya sudah dalam kondisi meninggal.
[pilihan-redaksi]
Ni Luh Gede Yastini, Divisi Hukum dan Kebijakan KPPAD Bali menyatakan pada bulan Juli 2017 KPPAD Bali sudah menyurati Polda Bali untuk meminta atensi terhadap kasus pembuangan bayi agar segera diusut tuntas dan harus ada tindakan tegas terhadap pelakunya. Polda Bali telah disurati sejak penemuan bayi pada kasus 6, namun hingga ada kasus 8 bayi dibuang, belum ada titik terang dalam pengungkapan kasus kasus pembuangan bayi ini.
"Untuk itu maka KPPAD Bali kembali meminta dan mendesak kepada Kepolisian Daerah Bali beserta jajarannya untuk segera mengusut tuntas kasus pembuangan bayi ini serta menemukan motif tindakan ini," sebutnya, Rabu (9/8/2017).
Dia sangat prihatin dengan kondisi ini. Dalam undang Undang Perlindungan anak jelas disebutkan bahwa anak sejak dalam kandungan harus dilindungi, berhak untuk hidup, berhak untuk tumbuh serta berkembang secara optimal, dan segala bentuk kekerasan yang dilakukan terhadap anak adalah kejahatan.
"Sehingga dengan ini jelas bahwa siapapun pelakunya dan apapun alasannya kekerasan terhadap anak tidak bisa dibenarkan," sebutnya.
Saat ini, selain menunggu keputusan hasil penyelidikan, pihaknya juga gencar melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan. KPPAD Bali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam hal pemberian layanan pada persoalan hamil di luar nikah.
"Selama ini kan hamil di luar nikah dianggap negatif dan dikucilkan, ini lah salah satu yang kemungkinan mempengaruhi maraknya kasus pembuangan bayi," sebutnya.
Kata dia, karena hingga saat ini semua kasus belum tuntas, maka belum dapat ditemukan motif sesungguhnya kejadian tersebut. Sehingga berdampak pada sulitnya penanganan kasus dan pencegahannya. [bbn/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026