Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Kesepian Situasi yang Membahayakan?
Minggu, 13 Agustus 2017,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, New Delhi. Kesepian mungkin menjadi bahaya kesehatan masyarakat lebih besar daripada obesitas.
Mengutip dari timesofindia,Sabtu (12/08/2017), menurut sebuah studi yang menemukan bahwa isolasi sosial dapat menempatkan orang pada peningkatan risiko kematian dini.
[pilihan-redaksi]
"Yang terhubung ke orang lain sosial secara luas dianggap manusia mendasar perlu, penting untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup," kata Julianne Holt-Lunstad, profesor di Universitas Brigham Young di Amerika Serikat.
"Contoh ekstremnya menunjukkan bayi dalam perawatan Kustodian yang kekurangan kontak manusia gagal untuk berkembang dan sering mati, dan memang, isolasi sosial atau bersendiri telah digunakan sebagai bentuk hukuman," kata Holt-Lunstad.
"Namun sebagian penduduk Amerika sekarang meningkatkan pengalaman isolasi secara teratur," katanya.
Kesepian dan isolasi sosial keduanya telah dikaitkan dengan kesehatan yang buruk. Satu studi yang dilaporkan, misalnya, menyarankan bahwa kesepian mungkin dikaitkan dengan penyakit Alzheimer, sementara penelitian lainnya terkait isolasi sosial untuk kelangsungan hidup dikurangi untuk pasien dengan kanker payudara.
Untuk menggambarkan pengaruh sosial isolasi dan kesepian pada risiko kematian yang premature, Holt-Lunstad disajikan data dari dua penelitian review.
Yang pertama melibatkan 148 studi, mewakili lebih dari 300.000 peserta, dan menemukan bahwa koneksi sosial yang lebih besar terkait dengan risiko 50 persen mengurangi kematian dini.
Studi kedua, melibatkan 70 studi yang mewakili lebih dari 3,4 juta individu dari Amerika Utara, Eropa, Asia dan Australia, meneliti peran bahwa isolasi sosial, kesepian atau hidup sendirian mungkin terhadap mortalitas. Para peneliti menemukan bahwa semua memiliki efek yang signifikan dan setara pada risiko kematian prematur, salah satu yang sama dengan atau melebihi pengaruh faktor risiko lain dengan baik diterima seperti obesitas.
"Tidak ada bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian secara signifikan meningkatkan risiko kematian yang premature, dan besarnya risiko melebihi yang banyak indikator kesehatan terkemuka," kata Holt-Lunstad. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026