Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Pasok Sabu dari Lapas Madiun, Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan
Selasa, 10 Oktober 2017,
09:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sepasang kekasih pengedar sabu, yakni I Gede Sudarta (35) dan Tuti Ernawati (37) yang ditangkap oleh tim gabungan Polda Bali di areal parkir KFC, Jalan Gatot Subroto, Denpasar pada Jumat (6/10) lalu, terus menjalani pemeriksaan. Keduanya mengaku sabu seberat 684,52 gram dikendalikan seorang napi Lapas Kelas IIA, Kerobokan Kuta Utara, Badung.
[pilihan-redaksi]
Menurut Wakil Direktur Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, hasil pemeriksaan kedua tersangka “barang haram” tersebut dipasok dari Lapas Madiun, Jawa Timur dan dikendalikan oleh seorang napi Lapas Kerobokan. Oleh napi berinisial B tersebut memerintahkan kedua tersangka untuk mengambil tempelan, memecahkannya menjadi paketan dan mengedarkannya kembali di Denpasar dan sekitarnya.
Sejauh ini, pasokan sabu dari Lapas Madiun sudah dikirim ke Bali untuk ketiga kalinya, rata-rata mengambil 500 gram sabu. Selanjutnya ratusan gram sabu tersebut diedarkan kembali. “Kedua tersangka ini mantan residivis, pernah terlibat kasus narkoba beberapa waktu lalu dan menjalani masa tahanan,” ungkapnya didampingi Kaur Kemitraan Bidang Humas Polda Bali, Kompol Ismi Rahayu di Polda Bali, Denpasar, Senin (9/10).
Dalam setiap paketnya, kedua tersangka yang tinggal di Jalan I Wayan gentuh nomor 5 Gang VI Banjar Pandem, Dalung, Badung, mampu meraup keuntungan perhari sebesar Rp 1 juta rupiah. Uang hasil narkoba kemudian digunakan untuk kepentingan sehari-hari.
AKBP Sudjarwoko menjelaskan, kedua tersangka membutuhkan waktu paling lama dua minggu, untuk mengedarkan sabu. Bahkan, sebelum ditangkap pada Jumat (6/10) lalu, kedua tersangka sempat menaruh tempelan sabu di dua lokasi berbeda yakni di Renon, Denpasar dan Jalan Dewi Sri, Kuta.
Dijelaskannya, hampir semua sabu yang diamankan dari para tersangka narkoba berasal dari Taiwan. Sabu tersebut awalnya dikirim ke negara Malaysia dan dikumpulkan. Selanjutnya diimpor ke Jakarta dan diedarkan ke wilayah lain.
Dia menjelaskan, tidak ada narkoba murni berasal dari Bali. Hanya saja, bandar di Bali memesan sabu dari jaringan yang berada di Jawa Timur. “Asalnya dari Taiwan, dikumpulkan di Malaysia dan diedarkan melalui Jakarta dan ke daerah-daerah lain. Bandar di Bali sendiri biasanya memesan barang dari Jawa,” tegasnya. [spy/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 469 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 380 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 372 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026