Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pasok Sabu dari Lapas Madiun, Dikendalikan Napi Lapas Kerobokan
Selasa, 10 Oktober 2017,
09:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sepasang kekasih pengedar sabu, yakni I Gede Sudarta (35) dan Tuti Ernawati (37) yang ditangkap oleh tim gabungan Polda Bali di areal parkir KFC, Jalan Gatot Subroto, Denpasar pada Jumat (6/10) lalu, terus menjalani pemeriksaan. Keduanya mengaku sabu seberat 684,52 gram dikendalikan seorang napi Lapas Kelas IIA, Kerobokan Kuta Utara, Badung.
[pilihan-redaksi]
Menurut Wakil Direktur Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, hasil pemeriksaan kedua tersangka “barang haram” tersebut dipasok dari Lapas Madiun, Jawa Timur dan dikendalikan oleh seorang napi Lapas Kerobokan. Oleh napi berinisial B tersebut memerintahkan kedua tersangka untuk mengambil tempelan, memecahkannya menjadi paketan dan mengedarkannya kembali di Denpasar dan sekitarnya.
Sejauh ini, pasokan sabu dari Lapas Madiun sudah dikirim ke Bali untuk ketiga kalinya, rata-rata mengambil 500 gram sabu. Selanjutnya ratusan gram sabu tersebut diedarkan kembali. “Kedua tersangka ini mantan residivis, pernah terlibat kasus narkoba beberapa waktu lalu dan menjalani masa tahanan,” ungkapnya didampingi Kaur Kemitraan Bidang Humas Polda Bali, Kompol Ismi Rahayu di Polda Bali, Denpasar, Senin (9/10).
Dalam setiap paketnya, kedua tersangka yang tinggal di Jalan I Wayan gentuh nomor 5 Gang VI Banjar Pandem, Dalung, Badung, mampu meraup keuntungan perhari sebesar Rp 1 juta rupiah. Uang hasil narkoba kemudian digunakan untuk kepentingan sehari-hari.
AKBP Sudjarwoko menjelaskan, kedua tersangka membutuhkan waktu paling lama dua minggu, untuk mengedarkan sabu. Bahkan, sebelum ditangkap pada Jumat (6/10) lalu, kedua tersangka sempat menaruh tempelan sabu di dua lokasi berbeda yakni di Renon, Denpasar dan Jalan Dewi Sri, Kuta.
Dijelaskannya, hampir semua sabu yang diamankan dari para tersangka narkoba berasal dari Taiwan. Sabu tersebut awalnya dikirim ke negara Malaysia dan dikumpulkan. Selanjutnya diimpor ke Jakarta dan diedarkan ke wilayah lain.
Dia menjelaskan, tidak ada narkoba murni berasal dari Bali. Hanya saja, bandar di Bali memesan sabu dari jaringan yang berada di Jawa Timur. “Asalnya dari Taiwan, dikumpulkan di Malaysia dan diedarkan melalui Jakarta dan ke daerah-daerah lain. Bandar di Bali sendiri biasanya memesan barang dari Jawa,” tegasnya. [spy/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1100 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 433 Kali
03
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 395 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 349 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 292 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026