Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dantim Kopassus Beri Bekal Makanannya Kepada Mama-Mama Papua
Sabtu, 18 November 2017,
22:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Papua. Tim gabungan dari TNI yang terdiri dari 13 personel Parako Kopassus, 30 personel Yonif 715/Raider, dan Taipur Kostrad, melakukan operasi evakuasi warga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, Mimika, Papua.
Aksi pembebasan warga dua desa, yakni Kimbely dan Banti, ini penuh dengan kisah. Salah satunya berasal dari Komandan Tim (Dantim) yang merupakan anggota Kopassus Lettu Inf Sukma Adipratama. Dia rela memberikan bekal makannya sehari untuk warga yang terlihat kelaparan.
Padahal, perjalanan operasi evakuasi ini tidaklah mudah. Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cendrawasih Kolonel Inf Muh Aidi menceritakan, perjalanan dimulai pada 12 November. Perjalanan operasi evakuasi membutuhkan waktu tempuh 5 hari 5 malam.
Perjalanan panjang itu bukan tanpa sebab. Pada siang hari, para personel ini tak bisa sembarangan dalam bergerak. Mereka mengendap-endap dan mempelajari situasi.
"Betul mereka bergerak selama 5 hari menuju sasaran dengan senyap dan sangat rahasia, siang mereka mengendap sambil mempelajari situasi, malam hari baru melanjutkan perjalanan," ungkap Kapendam, Sabtu (18/11).
Demi menjaga kerahasiaan itu, para prajurit tersebut harus merelakan makan mereka. Karena, mereka khawatir saat membuka logistik akan menimbulkan gerakan dan suara.
Pada tanggal 17 November, tim dari TNI yang melihat anggota KKB menjauh dari masyarakat langsung melakukan penyerbuan. TNI memastikan KKB itu jauh dari warga agar bisa melakukan evakuasi.
"Setelah situasi dipastikan aman warga kemudian dikumpulkan dan ditawarkan untuk evakuasi," kata Aidi.
"Di situlah Dantim Kopassus Lettu Sukma Adipratama bertemu mama-mama asli Papua yang terlihat kelelahan dan seperti kelaparan sehingga tergerak hatinya untuk memberikan bekalnya yang seharian kemarin tidak sempat dimakan. Dia lebih mementingkan kondisi warga lebih membutuhkan," jelasnya.
Kini sejumlah warga telah dievakuasi ke daerah Tembagapura yang aman. Namun, untuk personel TNI masih tetap di lokasi lantaran para penduduk asli masih memilih untuk tetap tinggal.
"Saat pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi mengamankan korban dan kampung. Tugas Tim Parako Kopassus selesai di Kimbely dan menunggu perintah selanjutnya," tegas Kapendam.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026