Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Dantim Kopassus Beri Bekal Makanannya Kepada Mama-Mama Papua
Sabtu, 18 November 2017,
22:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Papua. Tim gabungan dari TNI yang terdiri dari 13 personel Parako Kopassus, 30 personel Yonif 715/Raider, dan Taipur Kostrad, melakukan operasi evakuasi warga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, Mimika, Papua.
Aksi pembebasan warga dua desa, yakni Kimbely dan Banti, ini penuh dengan kisah. Salah satunya berasal dari Komandan Tim (Dantim) yang merupakan anggota Kopassus Lettu Inf Sukma Adipratama. Dia rela memberikan bekal makannya sehari untuk warga yang terlihat kelaparan.
Padahal, perjalanan operasi evakuasi ini tidaklah mudah. Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cendrawasih Kolonel Inf Muh Aidi menceritakan, perjalanan dimulai pada 12 November. Perjalanan operasi evakuasi membutuhkan waktu tempuh 5 hari 5 malam.
Perjalanan panjang itu bukan tanpa sebab. Pada siang hari, para personel ini tak bisa sembarangan dalam bergerak. Mereka mengendap-endap dan mempelajari situasi.
"Betul mereka bergerak selama 5 hari menuju sasaran dengan senyap dan sangat rahasia, siang mereka mengendap sambil mempelajari situasi, malam hari baru melanjutkan perjalanan," ungkap Kapendam, Sabtu (18/11).
Demi menjaga kerahasiaan itu, para prajurit tersebut harus merelakan makan mereka. Karena, mereka khawatir saat membuka logistik akan menimbulkan gerakan dan suara.
Pada tanggal 17 November, tim dari TNI yang melihat anggota KKB menjauh dari masyarakat langsung melakukan penyerbuan. TNI memastikan KKB itu jauh dari warga agar bisa melakukan evakuasi.
"Setelah situasi dipastikan aman warga kemudian dikumpulkan dan ditawarkan untuk evakuasi," kata Aidi.
"Di situlah Dantim Kopassus Lettu Sukma Adipratama bertemu mama-mama asli Papua yang terlihat kelelahan dan seperti kelaparan sehingga tergerak hatinya untuk memberikan bekalnya yang seharian kemarin tidak sempat dimakan. Dia lebih mementingkan kondisi warga lebih membutuhkan," jelasnya.
Kini sejumlah warga telah dievakuasi ke daerah Tembagapura yang aman. Namun, untuk personel TNI masih tetap di lokasi lantaran para penduduk asli masih memilih untuk tetap tinggal.
"Saat pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi mengamankan korban dan kampung. Tugas Tim Parako Kopassus selesai di Kimbely dan menunggu perintah selanjutnya," tegas Kapendam.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2401 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026