Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Atraksi Mekepung di Jembrana Bakal Kembali Digelar
Senin, 20 November 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Atraksi mekepung sebagai ikon dan daya tarik wisata unggulan Jembrana keberadaannya sudah diakui. Bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya nasional oleh pemerintah pusat melalui Kemendikbud. Tidak hanya soal atraksi budaya serta nilai-nilai warisan leluhur sebelumnya, dalam atraksi mekepung juga terkandung nilai-nilai sportivitas, nilai kebersamaan diantara sesama sekaa.
“Tidak ada protes berlebihan, semua peserta siap menerima apapun hasil dari juri. Inilah kultur Nak Bali sesungguhnya yang patut kita tiru dari budaya Mekepung," ujar Bupati Artha saat menggelar tatap muka dengan sekaa mekepung se-Jembrana, jelang digelarnya event Jembrana Cup bertempat di sirkuit sang hyang cerik Tuwed,Kecamatan Melaya, Sabtu (18/11) malam.
[pilihan-redaksi]
Karena itu Ia juga menyebut mekepung ini tidak hanya milik kabupaten Jembrana semata, tapi juga Bali secara keseluruhan sebagai aset pariwisata yang strategis dan potensial. Bahkan karena daya tariknya dan keunikannya itu, cuma satu-satunya ada di Bali maupun intenasional.
"Mekepung tidak hanya milik Jembrana tapi juga pulau Bali yang mendukung industri pariwisata. Karena itu kami berharap event Gubernur Cup yang dulu pernah diadakan, bisa digelar Kembali guna lebih menggairahkan budaya mekepung sekaligus mendukung pariwisata Bali secara keseluruhan,” cetus Artha.
Pada kesempatan itu, kordinator sekaa mekepung Jembrana, I Made Mara mengapresiasi janji-janji pemkab yang telah membenahi lintasan sirkuit maupun prasarana di dalamnya. Mulai dari panggung komentator dan tribun di Sirkuit Kaliakah, Sirkuit Sang Hyang Cerik Tuwed serta di Sirkuit Delod Berawah. Selain itu juga dibangun sirkuit baru di Samblong yang dianggap lebih representatif, serta jalur lintasan guna mendukung pertunjukan wisata di anjungan cerdas rambut siwi Mendoyo yang tengah dikerjakan.
“Tentunya hal-hal seperti ini memberikan kami semangat dalam melestarikan mekepung. Mengingat atraksi mekepung ini tergolong berbiaya mahal namun karena kecintaan dan keinginan melestarikan budaya mekepung, sampai saat ini atraksi ini masih bertahan,” ujar Made Mara yang juga perbekel desa Melaya ini.
Pada event Jembrana Cup kali ini akan diikuti 157 pasang kerbau dari blok barat serta 115 dari blok timur. Event Jembrana Cup tahun ini merupakan event yang kedua yang digelar Pemkab jembrana setelah sebelumnya terselenggara Bupati Cup pada bulan Agustus lalu bertepatan dengan Perayaan HUT Kota Negara. Pada event kali ini panitia menyiapkan uang puluhan juta sebagai hadiah.
Menariknya atas kesepakatan sekaa uang itu tidak akan diberikan kepada pemenang, namun akan dibagi untuk operasional peserta mekepung dan sebagai kas sekaa.
“Hadiah itu bukan untuk personal, tapi dikembalikan kesekaa untuk operasional seperti honor wasit, perbaikan jalan/ lintasan mekepung tiap latihan serta uang suka duka anggota sekeaa. Karena mekepung itu kebersamaan dan gotong royong,” pungkas Made Mara. [jim/wrt]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026