Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Deklarasi Dharma-Kerta Tunggu Dewasa Ayu
Jumat, 24 November 2017,
20:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pernyataan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Hanura Gede Pasek Suardika yang Legowo seandainya tak dipilih menjadi calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur (Cagub) dari Partai Golkar Ketut Sudikerta, otomatis membuat pasangan calon (Paslon) yang bakal diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) mengerucut kepada Paslon IB. Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta).
"Berdasarkan kesepakatan pertemuan KRB terakhir, ada dua bakal pasangan calon yang diusung, yakni Dharma-Kerta dan juga Kerta-Pasek (Sudikerta-Pasek Suardika). Karena seperti pernyataan yang saya baca di media, Pasek legowo (iklas) dan memilih untuk fokus di Senayan (sebagai DPD RI), dengan begitu beliau mundur dari ajang Pilgub 2018. Berarti tinggal satu pasangan calon, khan begitu, yakni mengerucut kepada Dharma-Kerta," ungkap Koordinator Wilayah Badan Pemenangan Pemilu (Korwil Bappilu) Bali-Nusra DPP Golkar AA Bagus Adhi Mahendra Putra di Denpasar, Jumat (25/11).
Menurutnya, Sudikerta dan Rai Mantra harus segera melakukan komunikasi politik sehingga segera bisa dimantapkan sebagai pasangan calon yang diusung KRB. Selanjutnya usai itu, Paslon Dharma-Kerta bisa segera dideklarasikan.
"Untuk mengawinkan dua tokoh yang akan menjadi pasangan calon, dan akan menjadi pemimpin masyarakat Bali mesti dicarikan dewasa ayu (hari baik). Karena sesuatu dan lain hal, deklarasi baru bisa dilaksanakan pada bulan Desember," jelasnya terkait pertanyaan kapan waktu deklarasi Paslon Dharma-Kerta.
Disinggung soal Sudikerta yang telah mengantongi rekomendasi sebagai calon gubernur Pilgub Bali 2018 dari DPP Partai Golkar. Menurut pria yang akrab disapa Gus Adhi ini, rekomendasi yang dikantongi untuk Sudikerta bersifat calon perseorangan.
"Nanti khan akan ada komunikasi politik antar tokoh atau lintas partai. Bisa jadi (Sudikerta) sebagai calon gubernur, bisa juga calon wakil gubernur. Dan apapun itu hasilnya, sudah tentu rekomendasi sebelumnya (tetap)akan ada perubahan. Yaitu perubahan dalam bentuk rekomendasi pasangan calon," terangnya.
Jika nanti ternyata kedua tokoh ini sama-sama ngotot mengincar posisi Cagub atau menentukan pilihan politik lan, pihaknya tentu tidak akan berbuat sesuatu. Sebab menurut dia, pihaknya hanya bersifat bisa mengusulkan dan memberi masukan."Karena nantinya para pihaklah yang menjalankan keputusan itu," katanya.
Namun lanjutnya, dari aspirasi yang berkembang di masyarakat dan parpol mendorong untuk mencalonkan Dharma-Kerta pada Pilgub 2018 nanti.
"Marilah kita berikan waktu dan kesempatan kepada kedua figur atau tokoh ini berkomunikasi untuk menyamakan visi, buah-buah pikiran atau konsep dan persepsi untuk disamakan, sebelum bersepakat melahirkan pasangan calon," ujarnya.
Sementara selaku ketua KRB, pihaknya lebih mengutamakan strategi dalam tiap pengambilan keputusan. Untuk itulah pihaknya melakukan survey sebagai dasar rujukan serta pertimbangan dalam menentukan pasangan calon yang diusung.
"Bentuk surveinya adalah simulasi pasangan calon yang dihadapkan dengan kandidat sebelah (Koster-Cok Ace). Nanti hasil survey pasangan calon ini kita tunjukan kepada para calon. Survey ini dilakukan oleh LSI Saiful Mujani, dan baru dibuka pada 6 Desember nanti," ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, survey ini dilakukan oleh lembaga survey independen dan kredibel sehingga hasilnya pasti mendekati hasil sesuai realitas sebenarnya. Sebab tegas Gus Adhi, pihaknya menarget kemenangan pada Pilgub 2018 nanti.
"Ini inisiatif saya selaku ketua KRB. Biaya juga dari saya sendiri. (Jadi) Tidak ada pesanan. Untuk apa ada pesanan, justru hasilnya bohong (yang) membuat kita (malah) kalah. Kalau untuk kalah buat apa buang-buang uang," tegasnya.[bbn/msd/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026