Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




2017, Bencana Tabanan Didominasi Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Rabu, 27 Desember 2017, 11:00 WITA Follow
Beritabali.com

Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita. [beritabalicom]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Tanah Longsor dan pohon tumbang mendominasi bencana alam yang terjadi di Tabanan selama  tahun 2017. Sedangkan jumlah bencana yang terjadi sebanyak 229 bencana.
 
Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, Selasa ( 26/12/2017). “Dari bulan Januari 2017 hingga tanggal 22 Desember 2017 tanah longsor dan pohon tumbang yang mendominasi bencana di Tabanan,” jelasnya. 
 
Sedangkan jumlah bencana tercatat sebanyak 229 bencana selama tahun 2017. Dari jumlah bencana itu, baru 124 titik yang mendapatkan bantuan sisanya lagi 105 titik bencana baru akan dianggarkan di induk 2018. 
 
"Sebab tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi mayoritas menimpa rumah atau pun bangunan Pura," jelasnya. 
 
Dikatakan dari jumlah tersebut, di tahun 2017 baru 124 titik bencana yang mendapat bantuan. Lantaran dana bencana tahun 2017 telah habis dalam menindaklanjuti bencana yang terjadi saat akhir tahun 2016 ketika bencana melanda wilayah Kecamatan Baturiti. Di sana dana bencana paling banyak habis karena terjadi kerusakan dalam skala besar.
 
Sehingga sisa bencana lagi 105 titik baru akan dianggarkan di tahun 2018. "Saya harapkan masyarakat bersabar untuk menunggu realisasi bagi bangunanya yang sudah melaporkan ke BPBD Tabanan akibat kena bencana," jelasnya. 
Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Tabanan, I Dewa Gede Anta Kesuma, menambahkan di bulan Januari 2017 paling banyak terjadi bencanya sebanyak 42 titik. “Total kerugian sekitar Rp 6 Millyar lebih. Di bulan Januari tersebut banyak senderan longsor dan bangunan yang ambruk akibat pohon tumbang,” paparnya. 
 
Sementara bencana yang paling sedikit terjadi di bulan Agustus dengan jumlah bencana 6 titik dan total kerugian hanya Rp 234 juta lebih. "Dibulan ini cuaca lumayan cerah jarang terjadi hujan lebat. dari 6 bencana itu didominasi oleh pohon tumbang menimpa pura atau bangunan warga karena pohon sudah lapuk," jelas Kesuma. 
 
Berdasarkan data di BPBD Tabanan, jumlah bencana perbulan diantaranya, Januari terdapat 42 bencana dengan total kerugian Rp 6.860.000.000. Bulan Februari 59 bencana dengan total kerugian Rp. 5.003.495.000. Bulan Maret jumlah bencana 10 titik dengan total kerugian Rp. 4.318.000.000. Bulan April jumlah bencana 14 titik dengan total kerugian Rp 5.
679.929.000. Bulan Mei jumlah bencana 13 titik total kerugian Rp. 1.278.857.458. Bulan Juni jumlah bencana 10 titik total kerugian Rp 534.000.000. 
 
Bulan Juli jumlah bencana 13 titik total kerugian Rp 470.000.000. Bulan Agustus 6 bencana total kerugian Rp 234.850.000. Bulan September 5 bencana dengan kerugian Rp 647.000.000. Bulan Oktober total bencana 19 dengan total kerugian Rp 781.207.000. Bulan November total bencana 19 titik dengan total kerugian Rp 1.156.000.000 dan di bulan Desember pertanggal 22 Desember total bencana 19 titik dengan kerugian Rp 1.337.000.000. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami