Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pasutri Tertimpa Tembok Saat Istirahat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pasangan Suami istri Ketut Mendra (38 tahun) dan Ni Nyoman Puda Arini (35 tahun) menjadi korban dalam musibah ambruknya bangunan tembok di Homestay Bambu Bali yang berada di Banjar Jemeluk, Desa Purwakerti, Abang, Karangasem.
Warga Banjar Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem tertimpa reruntuhan tembok saat beristirahat pada Sabtu (03/02/2018) sekitar pukul 12.30 wita.
Akibat tertimpa tembok menyebabkan Ni Nyoman Puda Arini meninggal dunia dilokasi kejadian. Sedangkan Ketut Mendra masih bisa diselamatkan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Karangasem untuk mendapatkan pertolongan karena menderita sejumlah luka.
"Ya saat ini masih dalam penanganan kita," kata Kapolsek Abang AKP I Nyoman Sugitayasa saat dikonfirmasi.
Menurut informasi di lapangan, sebelum kejadian, pasutri pekerja tersebut sedang istirahat kerja di bawah tembok yang berada disebelah proyek tempatnya bekerja. Kebetulan saat itu sedang turun hujan cukup lebat.
Kemudian tembok tiba-tiba roboh dan menimpa keduanya. Sementara itu, terkait penyebab ambruknya tembok yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut saat ini masih diselidiki oleh anggota Polsek Abang.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2022 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun