Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ubah Paradigma Masyarakat, Bidan Didorong Utamakan Upaya Pencegahan
Sabtu, 3 Maret 2018,
13:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bidan Delima kabupaten Tabanan didorong untuk berperan secara aktif dan melakukan berbagai inovasi sehingga mampu mengubah paradigma masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan dengan senantiasa menerapkan gerakan masyarakat untuk hidup sehat (GERMAS) khususnya dibidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan langkah kongkret yang harus dilakukan bidan adalah memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat sehingga baik bagi diri sendiri maupun kliennya dapat terlindungi dari tindakan –tindakan yang tidak sesuai standar. Untuk itu dibutuhkan perubahan dari yang belum baik menjadi baik, dari belum standar menjadi terstandar.
“Bidan harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya saat menyerahkan sertifikat kepada 40 bidan delima dan sekaligus membuka seminar kesehatan di acara pengukuhan bidan delima Kabupaten Tabanan, Sabtu(03/03) di Ruang Rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan.
Pengukuhan bidan delima tersebut sesuai surat keputusan pengurus pusat Ikatan Bidan Indonesia No. 190/SKEP/PPIBI/II/ 2018 tentang pengukuhan bidan delima Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, yang ditandai dengan penyematan PIN oleh Ketua PD IBI Provinsi Bali, Penyerahan Sertifikat bidan delima oleh Wabup Sanjaya dan penyerahan bingkisan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan.
Sementara itu, Ketua Panitia Ni Made Sarini melaporkan bahwa bidan delima melambangkan pelayanan berkualitas dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang berlandaskan kasih sayang, sopan santun, ramah tamah, sentuhan yang manusiawi, terjangkau dengan tingkat kebidanan sesuai standar kode etik profesi.
“Bidan delima memiliki identitas profesional yang mencerminkan kualitas seorang bidan yang handal, terampil, cekatan, iniisiatif, ulet dan mahir dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,” ucapnya.
Ia menambahkan Sebelum pengukuhan, terdapat proses yang harus diikuti bidan delima. Sarini menjelaskan dari 647 orang anggota Ikatab Bidan Indonesia (IBI) di Tabanan, yang sudah memiliki izin praktek mandiri sebanyak 148 orang. Dari jumlah tersebut 52 orang mendaftar sebagai bidan delima. Dan dari hasil seleksi 40 orang dinyatakan lolos sebagai bidan delima.
”Dari 647 anggota, 148 memiliki izin praktek mandiri, dari 148 bidan ini, 52 orang mendaftar seleksi bidan delima dan yang dinyatakan lolos berjumlah 40 orang bidan,”jelasnya.
Proses seleksi diawali dengan pendaftaran prakualifikasi dan verifikasi hasil pra kualifikasi, dilanjutkan proses belajar kajian materi ,validasi oleh fasilitator, verikasi hasil validasi. Dan hari ini sebanyak 40 bidan delima yang lolos dikukuhkan.
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026