Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ubah Paradigma Masyarakat, Bidan Didorong Utamakan Upaya Pencegahan

Sabtu, 3 Maret 2018, 13:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Bidan Delima kabupaten Tabanan didorong untuk berperan secara aktif dan melakukan berbagai inovasi  sehingga mampu mengubah paradigma masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan dengan senantiasa menerapkan gerakan masyarakat untuk hidup sehat (GERMAS) khususnya dibidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
 
 
Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan langkah kongkret yang harus dilakukan bidan adalah memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat sehingga baik bagi diri sendiri maupun kliennya dapat terlindungi dari tindakan –tindakan yang tidak sesuai standar. Untuk itu dibutuhkan perubahan dari yang belum baik menjadi baik, dari belum standar menjadi terstandar.   
 
“Bidan harus mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya saat menyerahkan sertifikat kepada 40 bidan delima dan sekaligus membuka seminar kesehatan di acara pengukuhan bidan delima Kabupaten Tabanan, Sabtu(03/03) di Ruang Rapat lantai III  Kantor Bupati Tabanan. 
 
Pengukuhan  bidan delima tersebut sesuai surat keputusan pengurus pusat Ikatan Bidan Indonesia No. 190/SKEP/PPIBI/II/ 2018 tentang  pengukuhan bidan delima Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, yang ditandai dengan penyematan PIN oleh Ketua PD IBI Provinsi Bali, Penyerahan  Sertifikat bidan delima oleh Wabup Sanjaya dan penyerahan bingkisan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan.
 
Sementara itu, Ketua Panitia Ni Made Sarini melaporkan bahwa bidan delima melambangkan pelayanan berkualitas dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang berlandaskan kasih sayang, sopan santun, ramah tamah, sentuhan yang manusiawi, terjangkau dengan tingkat kebidanan sesuai standar kode etik profesi.
 
“Bidan delima memiliki identitas profesional yang mencerminkan kualitas seorang bidan yang handal, terampil, cekatan, iniisiatif, ulet dan mahir dalam pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,” ucapnya.

Ia menambahkan Sebelum pengukuhan, terdapat proses yang harus diikuti bidan delima. Sarini menjelaskan dari 647 orang anggota Ikatab Bidan Indonesia (IBI) di Tabanan, yang sudah memiliki izin praktek mandiri  sebanyak 148 orang. Dari jumlah tersebut 52 orang mendaftar sebagai bidan delima. Dan dari hasil seleksi  40 orang dinyatakan lolos sebagai bidan delima.
 
”Dari 647 anggota, 148 memiliki izin praktek mandiri, dari 148 bidan ini, 52 orang mendaftar seleksi bidan delima dan yang  dinyatakan lolos berjumlah 40 orang bidan,”jelasnya.
 
Proses seleksi  diawali dengan pendaftaran prakualifikasi dan verifikasi hasil pra kualifikasi, dilanjutkan proses belajar kajian materi ,validasi oleh fasilitator, verikasi hasil validasi. Dan hari ini  sebanyak 40 bidan delima yang lolos  dikukuhkan.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami