Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 Juli 2026
AMSI Bali Minta PHDI Tinjau Kembali Himbauan Penonaktifan Internet Saat Nyepi
Selasa, 6 Maret 2018,
18:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali meminta PHDI untuk meninjau kembali usulan untuk penonaktifan internet saat Nyepi pada 17 Maret mendatang, mengingat fasilitas internet juga digunakan sebagai aktivitas vital seperti penunjang koneksi data di rumah sakit dan pengiriman informasi bencana.
[pilihan-redaksi]
Ketua AMSI Bali, Nengah Muliartha mengatakan penonaktifan internet saat Nyepi tidak bisa disamakan dengan kegiatan penghentian siaran radio dan TV sementara (Nyepi siaran), karena penentuan isi siaran dikendalikan oleh pengelola media siaran dan kita sebagai penonton sifatnya pasif. Padahal, kata dia Nyepi siaran juga menjadi bisa dilakukan karena lembaga penyiaran menggunakan frekuensi milik publik.
Ketua AMSI Bali, Nengah Muliartha mengatakan penonaktifan internet saat Nyepi tidak bisa disamakan dengan kegiatan penghentian siaran radio dan TV sementara (Nyepi siaran), karena penentuan isi siaran dikendalikan oleh pengelola media siaran dan kita sebagai penonton sifatnya pasif. Padahal, kata dia Nyepi siaran juga menjadi bisa dilakukan karena lembaga penyiaran menggunakan frekuensi milik publik.
Menurutnya untuk media online berbasis internet, diri kita sendiri adalah sumbernya. Jadi ujian buat diri sebagai pengguna apakah bisa menahan diri untuk tidak posting, share, like dan lain-lain. Terlebih, lanjutnya untuk mengakses internet perlu mengeluarkan dana.
Sedangkan yang menjadi permsalahan sebenarnya pada posting yang aneh-aneh, termasuk selfie di tempat umum saat Nyepi. Ibaratnya, sama dengan menggunakan fasilitas listrik dan telpon saat Nyepi. "Jika sadar akan melakukan pelaksanaan Catur Brata Penyepian maka tidak akan menggunakan fasilitas tersebut, jadi kembali pada kesadaran pribadi," ujarnya.
AMSI Bali menghormati proses Nyepi di Bali karena terbukti memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan. Namun untuk penonaktifan internet saat Nyepi perlu di pertimbangkan kembali untung ruginya, serta perlu juga dilihat kembali konsep dasar pelaksanaan Nyepi.
"Seperti di dalam brata penyepian terdapat amati lelanguan atau tidak menikmati hiburan yang secara spesifik lebih pada pengendalian diri untuk tidak menikmati hiburan. Bukan justru dengan memutus jaringan internet saat Nyepi," tandasnya.
Sehingga Muliartha berpendapat perlunya mempertimbangkan kembali apakah penonaktifan akses internet selama Nyepi tidak mengganggu proses pelayanan informasi pada rumah sakit atau pelayanan penanggulangan bencana. Begitu juga apakah pemutusan akses internet tidak mengganggu jaringan koordinasi keamanan.
[pilihan-redaksi2]
Pertimbangan lainnya terkait promosi pelaksanaan Nyepi keluar Bali yang dilakukan oleh berbagai media nasional dan internasional. Dikatakan Media akan kesulitan melaporkan proses pelaksanaan Nyepi di Bali ketika tidak ada akses internet. Padahal banyak orang ingin mendapatkan informasi terkait pelaksanaan Nyepi. Promosi nyepi tentu akan menjadi terputus hanya karena tidak adanya akses internet. Jikapun laporan tersebut disampaikan keesokan harinya tentu nilai update beritanya kurang, karena media tentu ingin menyampaikan informasi terupdate.
Pertimbangan lainnya terkait promosi pelaksanaan Nyepi keluar Bali yang dilakukan oleh berbagai media nasional dan internasional. Dikatakan Media akan kesulitan melaporkan proses pelaksanaan Nyepi di Bali ketika tidak ada akses internet. Padahal banyak orang ingin mendapatkan informasi terkait pelaksanaan Nyepi. Promosi nyepi tentu akan menjadi terputus hanya karena tidak adanya akses internet. Jikapun laporan tersebut disampaikan keesokan harinya tentu nilai update beritanya kurang, karena media tentu ingin menyampaikan informasi terupdate.
"Pemutusan akses internet saat Nyepi juga perlu mempertimbangkan hak setiap orang untuk mendapatkan akses informasi. Belum lagi terdapat umat agama lain yang haknya juga harus dihormati. Belum lagi terdapat wisatawan yang tidak hanya berlibur dan ingin mendapatkan informasi tentang Bali serta Nyepi secara detail. Wisatawan juga membutuhkan akses internet untuk menginformasikan kondisinya di Bali kepada keluarganya, termasuk menceritakan pengalaman selama menikmati Nyepi di Bali kepada sanak-saudaranya di negaranya," paparnya. (bbn/mul/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
02
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
03
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
04
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
05
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026