Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Fokus di Catur Muka, 1.907 Polisi Dikerahkan Saat Pengerupukan
Rabu, 14 Maret 2018,
14:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar. Menjelang perayaan Nyepi Caka 1940 mendatang, Jajaran Polresta Denpasar mengerahkan pasukan yang jumlahnya mencapai 1.907 personel dalam pengamanan pawai ogoh-ogoh yang berlangsung pada malam pengerupukan, dipusatkan di patung Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Menurut Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana, jajaran Polresta bersinergi dengan TNI, Pecalang serta instansi terkait pengamanan tersebut. Dalam pengamanan pawai ogoh-ogoh nantinya, Polresta Denpasar mengerahkan 1.907 personel dilapangan. Sementara di Denpasar sendiri terdata 1.130 ogoh-ogoh yang akan di arak masyarakat. “Fokus pengamanan dilaksanakan pada malam pengerupukan atau saat pawai ogoh-ogoh. Kami akan fokuskan pengamanan di patung Catur Muka,” tegas AKBP Artana, Selasa (13/3) kemarin.
Menurut Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana, jajaran Polresta bersinergi dengan TNI, Pecalang serta instansi terkait pengamanan tersebut. Dalam pengamanan pawai ogoh-ogoh nantinya, Polresta Denpasar mengerahkan 1.907 personel dilapangan. Sementara di Denpasar sendiri terdata 1.130 ogoh-ogoh yang akan di arak masyarakat. “Fokus pengamanan dilaksanakan pada malam pengerupukan atau saat pawai ogoh-ogoh. Kami akan fokuskan pengamanan di patung Catur Muka,” tegas AKBP Artana, Selasa (13/3) kemarin.
Perwira melati dua dipundak itu mengingatkan kepada masyarakat beberapa hal yang tak boleh dilakukan, pada malam pengarakan ogoh-ogoh. Yaitu pengarakan ogoh-ogoh tidak melewati batas lingkungan masing-masing untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa berpotensi menimbulkan benturan fisik atau bentrok. “Saya juga mengimbau musik yang dipakai mengiring ogoh-ogoh adalah baleganjur atau musik tradisional bukan yang lain,” ungkapnya.
Kemudian, kepada pengusung ogoh-ogoh diharapkan tidak mengkonsumsi minuman keras karena bisa menjadi pemicu ketersinggungan yang bisa merusak perayaan hari pengerupukan. “Selesai pawai, ogoh-ogoh sebaiknya dibakar di lingkungan masing-masing, bukan ditaruh di sembarang tempat karena dapat mengganggu keindahan Kota Denpasar,”ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Perwira asal Tabanan ini menjelaskan, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 ini, pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder dan instansi terkait. Perlu diketahui, Nyepi kali ini bersamaan dengan datangnya Hari Raya Saraswati. “Bila Nyepi dilaksanakan mulai pukul 06.00 Wita, diharapkan bagi masyarakat untuk melaksanakan persembahyangan Saraswati dari pukul 00.00 sampai pukul 05.00 dinihari,” imbuhnya.
Perwira asal Tabanan ini menjelaskan, menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940 ini, pihaknya sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan stakeholder dan instansi terkait. Perlu diketahui, Nyepi kali ini bersamaan dengan datangnya Hari Raya Saraswati. “Bila Nyepi dilaksanakan mulai pukul 06.00 Wita, diharapkan bagi masyarakat untuk melaksanakan persembahyangan Saraswati dari pukul 00.00 sampai pukul 05.00 dinihari,” imbuhnya.
AKBP Artana mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di lingkungan masing-masing. Selain itu, Umat Hindu diharapkan melaksanakan catur brata penyepian atau empat pantangan yang dilaksanakan saat Nyepi, yaitu amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). “Mari bersama-sama menjaga kerukunan, keharmonisan dan mulat sarira,” pintanya.(bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5963 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4663 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2300 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026